Langsung ke konten
NASIONAL

Occupancy Wisatawan Berkunjung ke Taman Rekreasi Selecta di Moment Libur Nasional Tembus Hingga 5.700 Orang

4 menit baca
20x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Occupancy Wisatawan Berkunjung ke Taman Rekreasi Selecta di Moment Libur Nasional Tembus Hingga 5.700 Orang

MALANG NEWS – Moment libur nasional Taman Rekreasi Selecta dibanjiri ribuan wisatawan, baik dari daerah maupun dari luar pulau di Indonesia, bahkan hingga ada yang dari mancanegara. Para wisatawan yang datang ke Kota Batu tersebut, sepanj...

MALANG NEWS – Moment libur nasional Taman Rekreasi Selecta dibanjiri ribuan wisatawan, baik dari daerah maupun dari luar pulau di Indonesia, bahkan hingga ada yang dari mancanegara.

Para wisatawan yang datang ke Kota Batu tersebut, sepanjang rangkaian dari libur panjang yang di Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila. 

Direktur Taman Rekreasi Selecta, Drs. Pramono menjelaskan, bahwa sejak Rabu pagi, Selecta sudah ramai antrean kendaraan pelat luar kota. Suasana makin padat menjelang Minggu. Puncaknya, tercatat 5.700 wisatawan membanjiri taman bersejarah peninggalan Belanda itu dalam sehari.

Baca Juga
Wali Kota Batu, H. Nurochman Syukuri Kebersamaan di Tanah Suci Jamaah Haji Kota Batu Kembali dengan Selamat

Wali Kota Batu, H. Nurochman Syukuri Kebersamaan di Tanah Suci Jamaah Haji Kota Batu Kembali dengan Selamat

NASIONAL

"Rabu 2.000 orang, Kamis 2.000 orang, Jumat 1.000 orang. Tapi puncaknya Minggu kemarin, 5.700 pengunjung," terangnya kepada awak media, pada Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, lonjakan wisatawan yang berkunjung ke Selecta bukan semata kebetulan. Pasalnya, sejak manajemen menghadirkan wahana baru seperti Dino Ranch, kolam renang tematik, hingga pertunjukan dino kostum, Selecta seperti dapat "napas baru".

"Ya, itu salah satu strategi kami untuk menarik minat para wisatawan agar berkunjung ke Selecta. Kami memang sengaja menambah fasilitas. Tujuannya supaya wisatawan yang datang tidak hanya melihat taman bunga saja, akan tetapi tapi juga dapat pengalaman baru yang tentunya mengesankan," ungkapnya.

Baca Juga
Pengacara Korban, Suwito dan Bagas Peringatkan Terduga Pelaku Hormati Proses Hukum, Jangan Libatkan DPRD dengan Dalih Hearing

Pengacara Korban, Suwito dan Bagas Peringatkan Terduga Pelaku Hormati Proses Hukum, Jangan Libatkan DPRD dengan Dalih Hearing

NASIONAL

Pihak manajemen optimis, bahwasanya strategi digital seperti media sosial juga turut menjadi salah satu kunci keberhasilan, terutama dalam mendatangkan wisatawan untuk berkunjung.

"Karena promosi lewat media sosial membuat Selecta kembali viral. Video atraksi dinosaurus dan pemandangan taman bunga banyak dibagikan warganet, sehingga jangkauannya meluas sampai luar Jawa Timur. Maka dari itu, yang kami sajikan sekarang lebih terekspos. Sebab, wisatawan jadi penasaran dan akhirnya datang langsung ke sini," tambah Pramono.

Dengan cuaca cerah dan udara sejuk khas pegunungan, pihak manajemen meyakini, bila selama ini keberadaan Selecta memang masih jadi pilihan utama keluarga untuk berwisata sembari melepas penat. 

Baca Juga
Pemkot Batu Hormati Proses Hukum dan Verifikasi Ulang Pedagang, Soal Kasus Dugaan Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun Kota Batu

Pemkot Batu Hormati Proses Hukum dan Verifikasi Ulang Pedagang, Soal Kasus Dugaan Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun Kota Batu

NASIONAL

"Dampaknya, kombinasi nostalgia dan inovasi baru ini berhasil dan membuat Selecta tetap relevan di tengah ketatnya persaingan di dunia pariwisata yang ada di Kota Batu," pungkas Pramono.

Sementara itu, Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta, H. Sujud Hariadi  S.E menyampaikan, disisi lain peningkatan kunjungan ini tercatat nyata dan menggembirakan, yakni dimana tingkat hunian hotel pada momentum long weekend akhir Mei 2026 berhasil menembus angka lebih dari 80 persen.

"Data yang dihimpun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu menunjukkan lonjakan signifikan terjadi tepatnya pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2026. Angka ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan capaian saat libur Hari Raya Iduladha yang sebelumnya hanya berada di kisaran 60 persen," ungkapnya.

Sujud Hariadi, yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Kota Batu menyambut baik lonjakan ini sebagai angin segar, khususnya bagi para pelaku usaha pariwisata di kawasan wisata andalan Jawa Timur ini.

“Alhamdulillah ada kenaikan yang cukup terasa. Terutama pada momen long weekend tanggal 30 hingga 31 Mei kemarin, tingkat okupansi hotel rata-rata mencapai lebih dari 80 persen. Ini angka yang sangat positif dibandingkan libur sebelumnya,” ujarnya.

Sebagai pembanding, dirinya memaparkan bahwa saat libur Hari Raya Idul Adha, rata-rata hunian kamar hotel di Kota Batu masih berkisar di angka 60 persen. 

"Artinya, momentum libur panjang beruntun di akhir Mei memberikan dampak kunjungan yang jauh lebih masif," sebutnya.

Meski angkanya sempat melonjak tinggi, Sujud Hariadi mengakui secara umum sektor perhotelan dan pariwisata masih harus berjuang keras menghadapi tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya reda. 

"Dimana salah satu penghambat utama adalah daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya akibat dampak situasi ekonomi makro," urainya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa ketidakstabilan geopolitik global memberikan efek domino yang terasa hingga ke tingkat daerah. Dampak yang paling nyata terlihat adalah penurunan besaran belanja pemerintah dalam dua tahun terakhir, yang secara otomatis memengaruhi perputaran uang di masyarakat.

“Situasi perekonomian saat ini memang belum sepenuhnya pulih. Kondisi geopolitik dunia juga memberikan guncangan terhadap perekonomian nasional sehingga belanja pemerintah mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Hal ini sangat berpengaruh pada perputaran ekonomi,” terangnya.

Menurut Sujud Hariadi, berkurangnya belanja pemerintah berimbas langsung pada pengurangan daya beli masyarakat. Ketika kemampuan ekonomi menurun, keinginan dan kemampuan untuk berlibur pun ikut berkurang, yang pada akhirnya berdampak pada angka okupansi hotel di hari-hari biasa.

“Penurunan belanja pemerintah berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Ketika daya beli menurun, maka imbasnya kunjungan wisatawan juga ikut berkurang dan pada akhirnya berdampak langsung pada tingkat hunian hotel. Jadi lonjakan saat libur panjang ini menjadi penyeimbang yang sangat kami butuhkan,” ungkapnya.

Agar roda pariwisata tetap berputar dan bertahan di tengah tantangan ekonomi, masih kata Sujud Hariadi, PHRI Kota Batu terus bergerak agresif dengan menyusun strategi promosi. Tidak hanya mengandalkan kunjungan dari wisatawan lokal saja, pihaknya kini lebih gencar menyasar ke segmen bisnis dan corporate.

“Saat ini upaya yang kami lakukan semakin menggencarkan promosi dan pemasaran ke berbagai sektor. Mulai dari melakukan sales call ke instansi dan perusahaan, mengikuti pameran pariwisata atau expo di luar kota, hingga kegiatan pertemuan bisnis atau table top. Kami lebih banyak menyasar pasar business to business atau B to B, dengan harapan agar kunjungan tetap ada meskipun bukan musim liburan atau hari-hari biasa,” tandas Sujud Hariadi. (Nda)

AD 728x90 — Landscape
R

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.