Senilai Rp 10 Miliar dari APBD 2026, DPUPR Revitalisasi Proyek Prioritas Aset Milik Pemkot Batu
MALANG NEWS – Pemkot Batu melalui DPUPR resmi memulai pengerjaan proyek prioritas revitalisasi yang berlokasi di Jalan Indragiri, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Rabu (13/5/2026). Awal pengerjaan pada Mei 2026 tahun ini, d...
MALANG NEWS – Pemkot Batu melalui DPUPR resmi memulai pengerjaan proyek prioritas revitalisasi yang berlokasi di Jalan Indragiri, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Rabu (13/5/2026).
Awal pengerjaan pada Mei 2026 tahun ini, ditandai dengan sterilisasi pengosongan lahan yang kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran aset milik Pemkot Batu.
Pembongkaran aset milik Pemkot Batu tersebut termasuk di dalamnya juga meliputi pos pantau polisi, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, pertemuan antara Jalan Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanudin.
Pantauan awak media di lapangan, menunjukkan adanya aktivitas alat berat berupa excavator yang mulai merubuhkan bangunan yang dimaksud.
Anggarkan 10 Miliar dari APBD 2026
Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti, menjelaskan, bahwa proyek prioritas revitalisasi
senilai Rp 10 miliar dari APBD 2026, yang mana ditargetkan selesai dalam 150 hari kalender.
"Ya, dimana salah satu tujuannya untuk membuka ruang bagi untuk akses infrastruktur jalan yang lebih luas," terangnya.
Tampak di lokasi, DPUPR bersama Polri dan TNI berjibaku mengatur lalu lintas, agar pembersihan puing-puing tidak mengganggu arus kendaraan yang melintas, baik dari arah Jalan Panglima Sudirman maupun Jalan Trunojoyo, Songgokerto.
Target Juni 2026
Dirinya menambahkan, jika sebelumnya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak kepolisian dan PLN.
"Kami targetkan, nanti pada akhir Juni lahan sudah steril sepenuhnya untuk selanjutnya melakukan pengerjaan konstruksi utama," imbuhnya.
Dilengkapi Patung Panglima Sudirman
Menurutnya, nantinya akan berubah menjadi kawasan boulevard tanpa lampu lalu lintas (traffic light).
"Dimana salah satu tujuannya untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas, selain itu nantinya juga akan dilengkapi dengan ikon patung Panglima Sudirman setinggi 5 meter yang bisa berputar, pelebaran jalan hingga 10 meter, serta trotoar ramah yang ramah disabilitas," ungkapnya.
Pihaknya berjanji, akan memasang banner informasi besar dan terus melakukan sosialisasi untuk meminimalisir gangguan ekonomi.
"Terutama juga terhadap kemacetan arus lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung," pungkas Esty Dwiastuti.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Indragiri, Samuel Wajib, berharap ada kejelasan mengenai relokasi bagi para pedagang yang terdampak akibat pembongkaran bangunan lahan yang dimaksud.
"Harapan kami para pedagang disini, agar Pemkot Batu menyediakan tempat relokasi untuk bisa kami berjualan kembali," tandasnya. (Nda)
Ditulis oleh
Redaksi Malang News