by

KYT Half Face Aquamarine, Risma: Review Helm Viral Dikalangan Bikers

MALANG NEWS – Kali pertama helm KYT Half Face Aquamarine hadir ditangan bikers CBR asal Kota Wisata Batu Nganti Resmi Kharisma.

Secara langsung baru terlihat, bahwa basis desain dari helm ini benar-benar desain helm yang berbeda dibandingkan dengan helm-helm half face atau open face yang selama ini dirilis oleh KYT.

Secara desain, helm ini mirip dengan KYT half face yang sebelumnya pernah dirilis. Namun, tulisan KYT Aquamarine berbeda dengan pendahulunya, lebih besar dan kotak.

Pemilik helm viral KYT Aquamarine Nganti Resmi Kharisma menjelaskan, jika helm half face Aquamarine dengan shell luar bagian samping bawah itu tidak full.

“Namun dengan bagian padding yang tetap diturunkan sampai bawah, sehingga tetap memperoteksi bagian telinga saat dipakai berkendara. Selain itu, bentukan shell dari KYT Aquamarine ini menurut pandangan saya nggak terlalu besar. Semisal ukuran lingkar kepala 56-59 berukuran L dan dapat dipastikan menggunakan shell terluar yang berukuran terbesar. Shell terbesar saja, sekilas tidak terlalu besar, sehingga saat dipakai bentuknya masih proporsional alias tidak kelihatan besar di batok atau shell,” terang Risma sapaan akrabnya, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, helm half face tersebut menggunakan visor bawaan yang bentuknya unik dimana bagian bawahnya melengkung dengan pegangan untuk membuka visor helm hadir satu titik di samping kiri.

“Ya, namun lengkungan tengah pun tetap bisa digunakan sebagai pegangan untuk membuka visor ke arah atas. Kemudian air flow yang tersembunyi di atas shell terluar bagian belakang dapat dibuka tutup menggunakan mekanisme kayak selot di bagian atas dari helm,” ujarnya.

Saat awal dirinya mendapatkan helm tersebut, diakuinya jika awal-awal sulit untuk megetahui posisinya, namun setelah tau dan terbiasa, proses buka tutup air flow bisa dilakukan dengan mudah.

“Kalau menurut saya kurang kebagian tengah shell ya, karena mungkin ini helm half face bukan full face, jadi ada di belakang shell. Sehingga ketika kita berkendara dengan kecepatan 60 kilometer, angin dari visor langsung masuk karena sirkulasi udara yang besar,” paparnya.

Risma yang juga jurnalis ini menambahkan, jika helm KYT Half Face Aquamarine ini sudah menghadirkan visor bawaan non-flat bening, namun sudah ada titik-titik pinlock.

“Keren juga nih, karena belum flat namun sudah pin-lock ready. Jadi, bisa diganti dengan visor venom yang saat ini lagi booming. Selain itu juga bisa dipasang peranti tambahan seperti anti fog yang menggunakan pinlock bentuknya mengikuti kontur dari rachet dan visor helm,” urainya.

Helm ini, lanjut anggota Ngalam CBR Community (NCC) ini, juga memiliki sepasang lubang ventilasi atau air flow di bagian belakang shell, untuk pengeluaran udara yang datang dari depan ada dibelakang luar helm.

“Sistem air flow di KYT Aquamarine ini bukan untuk menarik udara panas di antara kulit kepala dan shell foam keluar, namun untuk menyemburkan udara ke bagian dari visor bawah depan ke wajah pengendara,” tukas dia.

Meski begitu, masih kata Risma, jika Helm KYT Aquamarine sudah ada hole interkom langsung bawaan dari pabrikan.

“Jadi bagi bikers tidak perlu untuk mengebor bagian shell bawah helm, karena sudah bawaan dari pabrik yang bisa digunakan untuk memasangkan interkom,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, jika sistem pengunciannya sangat praktis dan memudahkan pengendara saat dipakai harian karena menggunakan sistem microlock yang bahannya menggunakan plastik tebal yang dikombinasikan dengan plat logam.

“Walapun masih belum DD ring tapi dibagian dagu itu diberikan tambahan padding dari kain halus, tujuaanya agar bagian dagu pengendara tidak lecet. Pokoknya nyaman dan memudahkan banget. Bagi bikers yang suka pakai interkom, KYT Aquamarine ini sudah menghadirkan lubang tempat speaker di bagian samping dekat telinga,” ucapnya.

Saat ditanya awak media, bagaimana rasanya saat digunakan, Risma kembali menambahkan, jika helm ini termasuk dalam golongan ringan dan jelas lebih ringan dari KYT Jaume Masia atau TT Course.

“Karena padding dalamnya sudah sangat sesuai dengan umumnya shape kepala orang asia yang rounded, alias ukuranya asian fit. Selot atau rachet visor membuat nyaman penggunanya walapun bawaanya belum flat. Selain itu, terpaan angin saat dipakai riding, standar-standar saja karena memang pada dasarnya ini helm half face,” tambah dia.

Mengenai kekedapan suara, menurutnya masih terdengar suara smriwing seperti siulan di daerah samping kiri dan kanan visor ketika riding di atas kecepatan 50 km/jam dengan kondisi angin yang pelan.

“Tapi secara umum kekedapan helm ini cukup nyaman untuk City Riding karena bentuk atau shapenya yang aerodinamis dan punya kesan light. Namun jika ingin terlihat lux, bisa juga dipasangkan spoiler belakang agar terlihat keren,” pungkasnya. (Yan)

Bagikan Tautan

News Feed