by

Komunitas Hapemania Kota Batu, Gelar Sholawat dan Santunan Anak Yatim

MALANG NEWS – Dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Komunitas Hapemania Kota Batu menggelar berbagai serangkaian kegiatan, salah satunya sholawatan dan santunan kepada fakir miskin dan anak-anak yatim.

Kegiatan tersebut diagendakan pada setiap tahunnya, yang kali ini dilaksanakan di Pujon Kidul, Kabupaten Malang pada Minggu (1/11/2021) malam.

Dengan menghadirkan Habib Hilmi Bin Dja’far  Barokbah yang berasal dari Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang serta dihadiri para anggota Komunitas Hapemania yang tersebar mulai dari penjuru Malang Raya termasuk Kota Batu, acara tersebut tampak berlangsung penuh makna.

Ketua sekaligus pendiri Komunitas Hapemania, Ahmad Qusyairi All Affan menjelaskan, bahwa maksud dan tujuan digelarnya acara sholawatan tersebut, untuk mengajak owner Komunitas Hapemania bersholawat bersama dan bersodaqoh kepada fakir miskin serta anak-anak yatim piatu.

“Kegiatan ini merupakan agenda yang secara rutin kami laksanakan, dengan melantunkan sholawat-sholawat Nabi Besar Muhammad SAW. Tidak hanya sholawatan saja, tetapi melainkan juga santunan kepada fakir miskin dan anak-anak yatim yang berada di sekitaran lokasi,” terang Sudrun sapaan akrabnya kepada wartawan.

Pemilik dari Sudrun Gadget ini juga berharap, agar semangat dari rekan-rekan Komunitas Hapemania juga mewarisi semangat dari Rasululullah, terutama dalam mengamalkan ilmu agama.

“Dengan harapan kita termasuk golongan orang yang mendapatkan syafaat dari Rasulullah diakhir kelak, dan semoga seluruh teman-teman bisa berkreatifitas dan kompak selalu, untuk tetap eksis dalam mengaktualisasikan peran serta untuk Komunitas Hapemania, sebagai wujud azas persatuan dan kesatuan dalam bingkai kebersamaan,” harap dia.

Sementara itu, Habib Hilmi Bin Dja’far Barokbah menyampaikan, dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki beberapa nilai dan makna.

“Pertama, nilai spiritual. Jadi setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta kepada beliau (Nabi Muhammad SAW-red). Karena luapan kegembiraan terhadap kelahirannya merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Rasullullah, sebagai pembawa rahmat,” tutur Habib Hilmi.

Habib Hilmi yang juga sebagai Hotimul MPRDPR (Majelis Pecinta Rasul dan Perindu Rasul) ini juga menambahkan, apalagi kegembiraan itu disertai dengan keimanan. Maka, dalam memperingati Maulid, kita jadi ingat akan perintah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Sebagaimana Allah SWT dan malaikat pun telah memberi contoh bagi kita dengan selalu bershalawat kepada beliau. Kedua, nilai moral dapat dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah teladan Nabi Muhammad SAW, dengan mengimplementasikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW,” imbuh dia.

Menurutnya, dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita juga bisa mendapat nasihat dan pengarahan dari ulama agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama.

“Selain itu, nilai sosial salah satunya dengan cara memuliakan dan memberikan jamuan makanan terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majlis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Karena hal ini sangat dianjurkan oleh agama, sebab memiliki nilai sosial yang tinggi. Maka, secara otomatis nilai persatuan akan terjalin dengan berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat maupun berdzikir. Semoga dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita semua dapat memetik nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. (Yan)

Bagikan Tautan

News Feed