by

Polresta Malang Kota Gandeng PWI dan IKIP Budi Utomo, Gelar Vaksinasi Gembira Gratis

MALANG NEWS – Dalam rangka mempercepat herd immunity di wilayah Malang Raya, kali ini Polresta Malang Kota bekerjasama dengan PWI Malang Raya dan IKIP Budi Utomo Kota Malang, menggelar vaksinasi massal, pada Selasa (12/10/2021) pagi.

Dengan mengusung tema Vaksinasi Gembira Gratis untuk mahasiswa dan masyarakat umum, kegiatan ini dihadiri Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si didampingi PJU Polresta Malang Kota, Rektor IKIP Budi Utomo Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si dan Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono.

Masyarakat Malang Raya yang telah melakukan pendaftaran secara online lewat link https://forms.gle/u1B7VvzujoSceTgx8, dapat langsung datang ke lokasi vaksinasi.

Demi menunjang kelancaran proses vaksinasi, Polresta Malang Kota menerjunkan vaksinator sejumlah 40 tenaga gabungan yang terdiri dari mahasiswa IKIP Budi Utomo dan PWI, serta 5 tenaga medis yang selalu diterjunkan untuk kesuksesan pelaksanaan Vaksinasi Gembira Gratis tersebut.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si saat meninjau vaksinasi menjelaskan, bahwa hari ini Polresta Malang Kota menggandeng PWI Malang Raya dan Kampus IKIP Budi Utomo, menggelar vaksinasi untuk target percepatan herd immunity bagi masyarakat Malang Raya.

“Kami telah menyiapkan 1.000 dosis vaksin jenis Sinovac, dengan menyasar kepada mahasiswa dan masyarakat di sekitar Kampus IKIP Budi Utomo, namun masih bisa saja lebih. Alur entri data sampai penyuntikan vaksin dan observasi dilakukan tidak di dalam gedung tertutup, tapi di tempat yang semi outdoor dengan sirkulasi udara terbuka. Bahkan, sampai dengan pelaksanaan vaksin dan observasi semuanya berjalan dengan baik,” terang Buher sapaan akrabnya.

Mantan Kapolres Batu ini mengimbau kepada tenaga kesehatan dan masyarakat, bagi yang tidak memiliki KTP atau pun apabila ditemukan KTP atau identitas ganda, tetap akan dilakukan vaksin dan diberikan surat keterangan.

“Ya, nanti akan ditelusuri, seperti beberapa waktu lalu kejadian di Blitar yang salah input data, kami juga sudah komunikasi ke Polres Jakarta Selatan dan sudah ditelusuri ke Faskes masih dobel NIK. Dan bagi peserta yang bersangkutan, tetap mendapatkan vaksin dan akan mendapatkan surat keterangan, namun agar segera mendatangi Dispendukcapil setempat,” tukasnya.

Pelaksanaan vaksinasi, lanjut Buher, dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Untuk mencegah kerumunan, peserta dibagi berdasarkan dengan nomor pendaftaran di google form, per jam dibagi 250 peserta.

“Selain itu juga ada persembahan live musik akustik gratis dari PWI Malang Raya di tempat acara, selama pelaksanaan vaksinasi berlangung untuk menghibur para peserta vaksinasi,” ujar dia.

Buher juga mengungkapkan, sampai hari kemarin Kota Malang dosis satu mencapai 87,62 persen, untuk dosis dua 59,59 persen.

“Semoga untuk hari ini bisa bertambah mencapai bisa tembus 90 persen. Sementara vaksinasi untuk lansia, kami siap mendatangi yang bersangkutan, karena data sudah kita dapatkan dari tiap Polsek, nanti data tetap akan di sinkronkan ke Dinkes. Jadi tinggal pelaksanan vaksinasi saja baik di kantor Kelurahan. Tapi, jika tidak bisa maka kami akan melaksanakan vaksinasi secara door to door, agar bisa meningkatkan level pencapaian vaksinasi,” harapnya.

Buher menguraikan, bahwa nantinya pelaksanaan vaksinasi tahap kedua, juga akan digelar kurang lebih sebulan lagi di IKIP Budi Utomo, Kampus C Kota Malang, dengan jumlah vaksin yang sama, yakni 1.000 dosis.

“Pada pelaksanaannya, Polresta Malang Kota akan menggandeng siapapun, baik instansi, organisasi, komunitas yang siap mendukung percepatan dan pemerataan vaksinasi guna mendukung Vaksinasi Nasional,” ucap dia.

Percepatan vaksinasi dilaksanakan, masih kata Buher, hal itu mengingat Jawa Timur khususnya Kota Malang yang sudah turun Level, namun masih ada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

“Maka dari itu pelaksanaan vaksinasi harus dipercepat demi untuk mengejar kekebalan komunal atau herd immunity. Selain itu, walaupun telah di vaksin, masyarakat juga tetap harus menjaga Prokes, salah satunya dengan selalu memakai masker dan menerapkan 6M,” pungkasnya. (And)

Bagikan Tautan

News Feed