Langsung ke konten
NASIONAL

Kades Tulungrejo, Suliono Bantah Isu Dugaan Mikutopia Ambil Air Hipam dari Warga

3 menit baca
26x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Kades Tulungrejo, Suliono Bantah Isu Dugaan Mikutopia Ambil Air Hipam dari Warga

MALANG NEWS - Soal beredar adanya isu dari warga setempat, bahwasanya dugaan Mikutopia mengambil air dari Hipam sumber air di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dibantah Kepala Desa (Kades) Tulungrejo, Suliono. Menurutny...

MALANG NEWS - Soal beredar adanya isu dari warga setempat, bahwasanya dugaan Mikutopia mengambil air dari Hipam sumber air di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dibantah Kepala Desa (Kades) Tulungrejo, Suliono.

Menurutnya, pihak Mikutopia tidak mengambil air dari Himpunan Pemakai Air Minum (Hipam) maupun dari dusun atau warga setempat, apalagi dari lingkungan.

"Ya, karena itu airnya memang dari sumber yang dari dulu sudah ada sebab beda mata air, sumber airnya sendiri-sendiri dari gunung biru, jadi isu itu tidak benar adanya," bantah Ki Klungsu sapaan akrabnya kepada awak media, pada Selasa (22/9/2026).

Baca Juga
Sejumlah 37 Kepala Keluarga di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo dapat Akta Hibah dari Ahli Waris Mohammad Noer

Sejumlah 37 Kepala Keluarga di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo dapat Akta Hibah dari Ahli Waris Mohammad Noer

NASIONAL

Menurutnya, air dari Mikutopia memang berasal dari gunung biru, maka secara otomatis tidak mungkin mengambil air dari Hipam.

"Apalagi dari lingkungan, sebab mata airnya itu juga berbeda karena berasal dari gunung biru, itu yang perlu diluruskan," tegasnya.

Dirinya menambahkan, sejak Pak Sartam meninggal, pengurus air tidak ada. Maka, solusinya sebenarnya harus menggandeng Pemdes Tulungrejo.

Baca Juga
Peringati HUT Lantas ke-71, Satlantas Polres Batu Gelar Baksos Bagikan Bingkisan kepada Komunitas Ojol

Peringati HUT Lantas ke-71, Satlantas Polres Batu Gelar Baksos Bagikan Bingkisan kepada Komunitas Ojol

NASIONAL

"Karena waktu itu owner Mikutopia sudah bilang ke saya, Pak Kades tolong kami dibantu, maka saya siap menbantu, tapi harus ada tertulis, tidak bisa cuma ucapan," ujarnya.

Isu Air Mati

Dirinya menegaskan, bahwa soal isu dugaan air mati harus di kroscek dulu kebenarannya.

Baca Juga
Gubernur Jatim, Khofifah Resmikan Museum Mega Science Center dan Budaya Nusantara JTP 1

Gubernur Jatim, Khofifah Resmikan Museum Mega Science Center dan Budaya Nusantara JTP 1

NASIONAL

"Harus dicek dulu penyebabnya apa, harus ditanya dulu matinya karena apa, buntu atau bagaimana? karena disitu (Perumnas), tidak ada Hipam. Yang menjadi pertanyaan, pembayaran airnya ke siapa, sudah bayar atau belum dan bayarnya ke mana? Kalau tidak bayar, perawatannya bagaimana?," tanya Ki Klungsu.

Sistem Pengelolaan Air di Tulungrejo Per Blok atau Jalur

Tak hanya itu, Suliono juga lebih lanjut mengungkapkan, bahwasanya setiap wilayah punya pengurus da mata air sendiri-sendiri, tidak jadi satu.

"Kalau di Junggo diurus Hipam, jadi airnya lebih-lebih atau  melimpah. Jadi, tidak mungkin mati. Kalau yang di Perumnas, seharusnya ikut Junggo, maka seharusnya juga tidak mati. Kalau
Mikotopia (depan), itu punya pengurus sendiri, pakai air BumDes, tidak menyangkut warga. Otomatis, tidak pernah mati. Selain itu, di RW 17 yang punya ini beda lagi, karena di Kekep itu ada 2 pengurus, Bonjeruk sendiri, Gondang ada 2, Dusun
Gerdu juga ada 1 pengurus," ungkapnya.

Bantah Dugaan Disuntik Mikotopia

Menurutnya, jika sumber mata air berbeda maka tidak mungkin muncul dugaan air mati karena disuntik Mikotopia.

"Kalau disuntik Mikutopia tidak mungkin, kalau Mikotopia nyuntik, pasti levelnya dusun, jadi saya pastikan tidak mungkin lingkungan. Justru BumDes itu memberi ke warganya. Logikanya, semua air lewat Coban Talun. Kalau memang kurang debit, mestinya ditembakkan di sana antar pengurus ke pengurus," tegasnya lagi.

Upaya Pemdes Tulungrejo Saat Ini

Ki Klungsu juga menyampaikan, bahwa hari ini Pemdes Tulungrejo sedang mengajukan lagi ke DPUPR Provinsi untuk menambah debit air yang atas untuk satu desa.

"Air mati di Perunas itu janggal, karena harusnya ikut jalur Junggo yang airnya melimpah. Perlu dicek, apakah ada HIpam-nya, bayarnya ke mana, dan matinya karena buntu atau tidak terawat? Bukan karena disuntik pihak lain," pungkasnya.

Sementara itu, Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa soal dugaan isu yang dimaksud bisa ditanyakan ke Kades Tulungrejo.

"Waalaikumsallam itu tanya ke Pak Kades saja mas, kalau jawaban Pak Kades tidak ya berarti tidak," tandasnya. (Nda)

AD 728x90 — Landscape
R

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.