Wilujeng Suro, Momentum Introspeksi dan Pelestarian Budaya di Padepokan Hukum Lesanpura
MALANG NEWS – Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Jawa 1 Suro, Padepokan Hukum Lesanpura menggelar kegiatan acara bertajuk “Wilujeng Suro”, yang berlangsung khidmat dan penuh makna, pada Rabu (17/6/2026) Kegiatan ini menjad...
MALANG NEWS – Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Jawa 1 Suro, Padepokan Hukum Lesanpura menggelar kegiatan acara bertajuk “Wilujeng Suro”, yang berlangsung khidmat dan penuh makna, pada Rabu (17/6/2026)
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi diri, doa bersama, sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Acara yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, praktisi hukum, budayawan, serta warga sekitar tersebut diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta harapan agar tahun yang baru membawa keselamatan, keberkahan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat.
Pimpinan Padepokan Hukum Lesanpura Fajar Wongsodimejo, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa bulan Suro tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Jawa, melainkan juga sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi, memperkuat nilai-nilai kebajikan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Wilujeng Suro merupakan pengingat bagi kita semua untuk menata hati, memperbaiki diri, serta mempererat persaudaraan. Nilai-nilai luhur budaya Jawa harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa, dan kita hendaknya kita jangan terjebak dalam perbedaan perhitungan penanggalan tahun, biarlah perbedaan menjadi sebuah berkah serta dinamika antar umat atau golongan di masyarakat", tutur pria yang juga sebagai Dosen di salah satu Universitas di Malang ini.
Turut hadir W. Tuhu Prasetyanto, S.H., M.H., selaku managing partner pada kantor hukum Asmojodipati, Andi Rachmanto, S.H managing partner pada kantor hukum Maha Patih Law Office, Teguh Setyobudi, S.HI., M.H.,budayawan yang juga akademisi serta para tokoh-tokoh budaya lainnya dan juga para mahasiswa magang.
Andi Rachmanto, S.H menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini dan mengatakan, agar kita semua senantiasa mengevaluasi diri serta selaras dengan nilai-nilai luhur keaneka ragaman budaya di Tanah Air.
"Semoga giat ini menjadikan refleksi bersama, dan kita tidak melupakan ajaran-ajaran luhur para pendahulu kita didalam berlaku di muka bumi ini, dan terimakasih sedalam-dalamnya terhadap Padepokan Hukum Lesanpura, yang selain wadah para insan atau penegak hukum juga masih melestarikan budaya ditengah carut marutnya wajah penegakan hukum saat ini," ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi kebudayaan, doa keselamatan, serta ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, Padepokan Hukum Lesanpura berharap dapat menjadi ruang silaturahmi, sekaligus juga sebagaibsarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa.
Tradisi menyambut bulan Suro sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa yang sarat dengan nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur.
Berbagai daerah di Jawa masih mempertahankan tradisi Wilujengan atau Grebeg Suro sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan harmoni sosial.
Dengan terselenggaranya kegiatan “Wilujeng Suro”, Padepokan Hukum Lesanpura menegaskan komitmennya untuk terus merawat nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebangsaan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab, harmonis, dan berkeadilan. (Nda)
Ditulis oleh
Redaksi Malang News