Ikuti Kami di Google News

MALANG NEWS – Berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017, tentang Inovasi Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 Tahun 2018, tentang Penilaian dan Pemberian Penghargaan dan/atau Insentif Inovasi Daerah, maka pemerintah daerah, tak terkecuali Pemerintah Kota Batu berkewajiban untuk mengembangkan inovasi.

Inovasi tersebut dikembangkan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.

Salah satu tugas dan fungsi Bidang Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbangda) Kota Batu adalah mengkoordinasikan riset dan inovasi daerah.

Sebelumnya, Inovasi Si-Rida Koba yang dibangun pada tahun 2023 dan di tahun 2025 telah dikembangkan, dimana maksud dan tujuannya guna untuk mendukung dinamika kebutuhan pelaksanaan tugas kelitbangan baik inovasi maupun riset.

Pengembangan dimaksud berupa fitur tambahan untuk fasilitasi kompetisi inovasi baik tingkat pusat khususnya untuk Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diadakan oleh Kemenpan RB, Provinsi Jawa Timur yang berupa Inotek Award dan Kovablik dan kompetisi inovasi dan teknologi tingkat daerah Kota Batu sebagai event tahunan.

Seiring dengan di launchingnya aplikasi Si-Rida Koba versi 2.0 oleh Wali Kota Batu, Nurochman Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Zadim Efisiensi dan Kepala Kanwil Kemenkum Provinsi Jawa Timur, di gedung Graha Pancasila, Pemkot Batu.

Inovasi-inovasi yang telah dibangun oleh satuan perangkat daerah, pemerintahan desa dan kelurahan, pusat pelayanan kesehatan, dunia pendidikan dan masyarakat.

“Ya, melalui aplikasi ini diharapkan akan lebih dan terus berkembang, guna untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah,” Nurochman, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, untuk penguatan Riset-Iptek dalam aplikasi Si-Rida Koba juga telah dikembangkan fitur e-research yang berfungsi sebagai bank data dari hasil-hasil riset.

“Ke depan penguatan kolaborasi riset dengan perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga riset perlu diperkuat lagi. Selain itu aplikasi Si-Rida Koba akan terus dilakukan pengembangan-pengembangan sesuai dinamika dan kebutuhan akan pelayanan publik,” pungkas Nurochman. (Nda)

Share: