Ikuti Kami di Google News

MALANG NEWS – Soal viralnya di media sosial, akun tiktok yang memposting tarif parkir di Bukit Bintang pada malam tahun baru 2026 sebesar Rp 50 ribu baru-baru ini, usai di somasi pihak PT. Paramount Interprise Internasional, Bukit Bintang melalui pengawas aset wilayah Jawa Timur (Jatim) dan Bali, Frederick Sultan Hadi Wijaya, kedua belah pihak akhirnya menyatakan sepakat untuk berdamai.

Pasalnya, usai dihubungi Manajemen Bukit Bintang hingga berkali-kali, pada akhirnya pemilik akun media sosial Tiktok merespon serta menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka.

“Saya tinggal klarifikasi terkait video itu dan menyampaikan permohonan maaf,” ujar pemilik akun Tiktok Sam Suzuki grandwisata, saat dikonfirmasi Frederick Sultan Hadi Wijaya.

Menanggapi hal itu, Pengawas Manajemen PT. Paramount Interprise Internasional, Bukit Bintang wilayah Jatim dan Bali, Frederick Sultan Hadi Wijaya, menyambut baik dan mengaku siap untuk bekerja sama dengan pihak manapun.

“Alhamdulilah sudah clear, setelah kami konfirmasi akhirnya klarifikasi terkait dengan unggahan atau postingan yang sempat viral di media sosial itu, sepakat untuk berdamai dan kami siap untuk bekerja sama dengan pihak manapun,” ujar Sultan sapaan akrabnya kepada awak media, Selasa (6/1/2026).

Dirinya menyatakan, bahwa setelah klarifikasi pihaknya juga menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada pemilik akun tiktok yang dimaksud.

“Kita silaturahmi, jadi kita tidak ingin mencari musuh, dan ternyata ada kesalahpahaman terkait dengan unggahannya tersebut. Jadi, ke depan kita evaluasi juga dengan mencantumkan tarif di pintu masuk, dimana maksud dan tujuannya agar para wisatawan yang datang dapat mengetahui, sehingga tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa soal tarif parkir di Bukit Bintang rencananya akan dipampang di depan, dan digitalisasi untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman.

“Kita akan perbaiki semuanya, kita evaluasi dan meminta maaf jika ada kesalahan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Bukit Bintang,” terangnya.

Etikad Baik, Somasi Dihentikan

Masih berkaitan dengan hal yang dimaksud, lanjut Frederick Sultan Hadi Wijaya juga mengungkapkan, bahwa pemilik akun Tiktok telah berjanji untuk menghapus video viral tersebut.

“Maka dari itu, setelah terjadi kesepakatan damai untuk itu kita hentikan surat somasi tersebut karena yang bersangkutan telah beretikad baik, dan pemilik akun tiktok sudah meminta maaf secara terbuka kepada kami,” ungkapnya.

Imbauan Bijak dalam Bersosmed

Pihaknya mengimbau kepada publik, ke depan jika mengetahui atau mendapatkan temuan terkait dengan tarif parkir maupun fasilitas yang ada di Bukit Bintang, jika dirasa tidak sesuai atau merugikan untuk tidak serta merta mengunggah atau memposting di media sosial.

“Hendaknya dikonfirmasikan dahulu kepada kami, bijaklah dalam bersosial media agar tidak menjadi gaduh, hoax atau berpotensi merugikan seseorang, karena belum tentu akan kebenarannya, karena kalau salah satu tidak benar maka berpotensi melanggar hukum seperti pencemaran nama baik misalnya,” imbau dia.

Kerja Sama dengan Media dan Pihak Manapun

Lebih lanjut, Frederick Sultan Hadi Wijaya juga berharap kepada para wisatawan untuk tidak terprovokasi dengan akun media sosial tersebut, dan meminta untuk konfirmasi dulu ke akun media sosial Tiktok atau Instagram Bukit Bintang, jika ada pertanyaan terkait dengan pelayanan dan fasilitas.

“Tentunya jika ada kekurangan kita akan benahi, karena kita fokus dalam hal melayani wisatawan yang berkunjung. Kita juga selalu siap dan terbuka kepada pihak manapun untuk menjalin kerja sama, termasuk dengan rekan-rekan wartawan untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan Kota Wisata Batu melalui publikasi pemberitaan untuk lebih dikenal secara luas baik di kancah nasional hingga internasional,” paparnya.

Optimis Perekonomian Terdongkrak Naik

Dirinya juga mempertegas, dengan keberadaan destinasi wisata Bukit Bintang, perekonomian warga masyarakat Kota Batu dapat terdongkrak naik.

“Itu karena kita juga melakukan pemberdayaan kepada warga masyarakat sekitar, seperti tukang parkir dan juga para pelaku UMKM atau PKL yang sempat digusur di sepanjang Jalan Sultan Agung kita tampung disini, dan itu gratis tidak dipungut biaya, sehingga mereka dapat memasarkan produknya kepada para wisatawan yang berkunjung,” urainya.

Frederick Sultan Hadi Wijaya, yang mewakili PT. Paramount Interprise Internasional, Bukit Bintang juga meminta maaf, jika dirasa ada kekurangan berkaitan dengan hal pelayanan.

“Ya, tentunya jika ada kesalahan yang terjadi kami meminta maaf kepada pengunjung, serta kami juga berjanji untuk selalu memperbaiki semuanya, sebab kritikan yang membangun dapat menjadikan solusi yang terbaik bagi kita semua, itu demi Kota Wisata Batu yang tercinta ini ” pungkasnya. (Nda)

Share: