Ikuti Kami di Google News

MALANG NEWS – Perayaan Natal di Gereja Kristen Muria Indonesia Songgoriti Batu (GKMI SOBAT), yang digelar pada (25/12/2025) tahun ini sedikit berbeda dari perayaan Natal di tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, kali ini dimeriahkan oleh penampilan dari Roro Jonggrang Production (RJP) yang merangkul Komunitas Power of Disability (PD) salah satu komunitas penyandang disabilitas.

Dalam perayaan Natal kali ini mengusung tema “Sedulur Papat Limo Pancer” dengan judul “Kaweruh Kapribaden” yang dikemas dengan nuansa modern, agar dapat dipahami oleh semua kalangan.

Vera, perwakilan dari Roro Jonggrang Production (RJP), menjelaskan bahwa tema Natal melalui drama tersebut bermakna mendalam.

“Kesejatian hanya bisa didapat ketika kita menyertakan Tuhan di dalam hidup kita dan berpasrah penuh atas kehidupan kita kepada-Nya yang ‘SEJATI’,” ujarnya, menegaskan bahwa Pancer (pusat) dalam konsep tersebut merupakan Sang Pencipta.

Menurutnya, yang lebih memaknai dalam perayaan Natal tersebut para pendukungnya. “Ya, itu karena selain melibatkan komunitas disabilitas, RJP juga didukung oleh Kalung Gusti Production yang support dengan aransemen musik untuk backsound,” ungkap Vera.

Camat Bumiaji, Thomas Maydo, yang juga pembina Shining Disabilitas (Shindi) Kota Batu memberikan pujian.

“Kehadiran Shindi menekankan, bahwa perayaan ini adalah wadah untuk semua kalangan masyarakat, tanpa terkecuali,” katanya.

Menurutnya, dalam perayaan Natal tahun 2025 ini, berkat kerjasama antara GKMI SOBAT, RJP, dan Kalung Gusti Production Seta didukung oleh GUSDURIAN, serta SATU PENA menunjukkan, bahwa perayaan keagamaan bisa menjadi momen untuk memperkuat nilai kerjasama, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial.

“Drama dengan tema ‘Sedulur Papat Limo Pancer’ yang dipenuhi kearifan lokal sukses diubah menjadi sebuah narasi universal tentang pencarian jati diri dan ketergantungan kepada Tuhan,” papar Thomas Maydo.

Sukarli, founder Tirta Gracia Kota Batu juga ikut andil dalam acara tersebut, mengaku support untuk pemeran dalam perayaan Natal kali ini.

“Kami sangat mendukung dalam acara ini, karena selain ikut meramaikan dan memeriahkan acara Natal di GKMI SOBAT, RJP juga ikut peduli dengan saudara saudara disabilitas dengan menggandeng untuk acara pementasan dan juga adanya toleransi dari lintas agama yang menunjukkan toleransi di Kota Batu ini sangat tinggi,” tandasnya.

Indahnya kebersamaan dalam sebuah perayaan Natal ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat toleransi dalam umat beragama di Indonesia umumnya dan khususnya di Kota Batu ini, dan nilai sosial yang ditanamkan dalam membangun Kota Batu yang inklusif dengan memberikan wadah kepada para penyandang disabilitas dalam menuju kemandirian untuk memperoleh kesetaraan.

Sebagai informasi, GUSDURIAN yang diwakili oleh Ki Topo yang membacakan tembang mocopat bertemakan Natal, kemudian Taufan ketua Satu Pena cabang Kota Batu yang ikut meramaikan juga tak kalah pentingnya pembina Shindi (Shining Disabilitas) Thomas Maydo yang ikut bergabung dalam perayaan Natal 2025 tahun ini. (Nda)

Share: