Ikuti Kami di Google News

MALANG NEWS – Menghadapi momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 serta untuk antisipasi potensi terjadinya bencana alam, Pemerintah Kota Batu menggelar kegiatan Pembinaan Kewilayahan dalam bentuk Sarasehan.

Kegiatan acara yang mengusung tema “Sinergitas Menghadapi Liburan Nataru dan Antisipasi Bencana Alam” ini digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Pemkot Batu, Jalan Panglima Sudirman No. 507, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Selasa (16/12/2025).

Sarasehan ini menghadirkan seluruh komponen pimpinan dan perangkat wilayah Kota Batu, mencerminkan pendekatan whole of society dan whole of government dalam menyiapkan Kota Wisata ini menyambut puncak musim liburan.

Wali Kota Batu, H. Nurochman, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan semua pihak.

“Kota Batu sebagai destinasi utama pariwisata akan mengalami peningkatan signifikan dalam kunjungan. Ini adalah peluang ekonomi, tetapi juga tantangan besar bagi keamanan, ketertiban, dan kesiapan kita menghadapi potensi bencana alam di musim penghujan. Koordinasi yang rapat antar semua OPD, TNI, Polri, dan elemen masyarakat adalah kunci keberhasilan,” tegasnya.

Mewakili Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, S.H., M.H., hadir sebagai pembawa materi dengan topik “Situasi Kamtibmas, Rencana Pengamanan Nataru, dan Antisipasi Kerawanan Wilayah.”

Dalam paparannya, Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo menyatakan kesiapan penuh Polres Batu melalui Operasi Lilin Semeru 2025.

“Operasi ini bukan sekadar pengamanan rutin tahunan. Ini merupakan transformasi menuju Polri yang lebih melayani dan adaptif, berfokus pada pelayanan publik sosial dan spiritual. Kami bertransformasi dari sekadar ‘penjaga’ menjadi ‘penguat makna dan rasa aman’ bagi setiap ibadah dan perayaan warga,” jelasnya.

Tujuan utama operasi, lanjutnya, demi terjaminnya rasa aman masyarakat dari segala ancaman sebelum, saat, dan sesudah Nataru.

“Target keamanan difokuskan pada tiga aspek, diantaranya kelancaran ibadah, kelancaran arus mudik dan wisata, serta keselamatan wisatawan,” ungkapnya.

Mengurai Problematika Krusial Kota Wisata

Dirinya juga memaparkan analisis mendalam terkait problematika yang dihadapi Kota Batu selama libur panjang. Terkait dengan aspek sosial mencakup padatnya aktivitas peribadatan, lonjakan sampah wisata, dan beban kerja lembur tenaga pariwisata.

“Aspek ekonomi berpusat pada stabilitas harga dan ketersediaan sembako, BBM/Gas, serta air bersih.
Sementara aspek keamanan didominasi oleh ancaman kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, penipuan daring, potensi tindak pidana terorisme, gangguan ibadah, dan peredaran narkoba,” urainya.

Langkah Terstruktur dan Sinergi Lintas Sektor

Pihaknya juga menambahkan, bahwa untuk mengatasi tantangan tersebut, Polres Batu telah menyusun langkah pra-operasi yang terperinci.

“Kami telah melakukan pengecekan langsung jalur alternatif dan lokasi strategis untuk penempatan Pos Pengamanan (Pos PAM) dan Pos Pelayanan (Pos YAN). Koordinasi intensif juga kami lakukan dengan PHRI untuk data okupansi hotel, dengan Dinas Perdagangan terkait harga sembako, serta dengan pengelola tempat wisata dan SPBU untuk memastikan ketersediaan logistik,” paparnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa kekuatan operasi akan melibatkan 442 personel yang terintegrasi, terdiri dari 250 personel Polres Batu.

“Ya, itu juga mencakup Satgas Preemtif, Preventif, Lantas, Gakkum, dan Banops) serta 192 personel bantuan dari unsur TNI, Dishub, Satpol PP, dan relawan,” terangnya.

Fokus Manajemen Lalu Lintas dan Pemetaan Kerawanan

Menurutnya, manajemen lalu lintas menjadi perhatian khusus. Pos PAM akan ditempatkan di trouble spots seperti Simpang Empat Pesanggrahan dan Exit Songgoriti.

“Yang terbaru, Polres Batu membentuk Tim Urai Lalu Lintas beranggotakan 21 personel Satlantas terlatih yang bertugas sebagai quick response untuk mengurai kemacetan, menangani kendaraan mogok, dan menangani kecelakaan dengan cepat.
Pemetaan kerawanan juga dilakukan secara spesifik, mencakup lokasi rawan macet (seperti hotel dan kuliner di pinggir jalan utama) serta pemetaan khusus gereja-gereja yang masuk kategori rawan gangguan keamanan, termasuk ancaman terorisme,” tegasnya.

Antisipasi Bencana Alam: Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Tidak kalah penting, masih kata Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, Operasi Lilin Semeru 2025 juga mengintegrasikan rencana antisipasi bencana alam, terutama banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem.

“Hingga saat ini, di wilayah hukum Polres Batu telah tercatat 73 kejadian bencana. Kami telah menyusun Rencana Kontinjensi (Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Semeru 2025), melengkapi sumber daya, dan melaksanakan latihan simulasi,” ungkapnya.

Pihaknya juga menekankan, sinergi lintas sektor dengan BPBD, Tagana, dan BMKG adalah kunci keberhasilan mitigasi bencana.

“Upaya yang dilakukan meliputi penguatan sistem peringatan dini, koordinasi evakuasi, dan pengelolaan lingkungan,” tandasnya.

Sarasehan yang dihadiri oleh seluruh jajaran Forkopimda Kota Batu, Sekda Drs. Zadim Effisiensi, M.Si., beserta seluruh Asisten dan Staf Ahli, Kepala SKPD, Camat, Kapolsek, Danramil, Kades/Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta relawan BPBD ini diharapkan dapat menyelaraskan langkah semua pihak.

Dengan strategi yang komprehensif dan sinergi yang solid, seluruh komponen bangsa di Kota Batu siap menyambut liburan Nataru 2026 dengan aman, tertib, dan siaga menghadapi segala kemungkinan. (Nda)

Share: