MALANG NEWS – Tuntutan hidup tidak membuat orang berputus asa, meski berkebutuhan khusus, namun mencari nafkah merupakan hal yang wajib dilakukan, demi dapur tetap mengepul.
Seperti yang dilakukan Eko Pramono, warga Jalan Melati, RT 2, RW 3, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Ya, meski berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas ini tak patah arang. Pasalnya, hal itu dilakukan demi memenuhi tuntutan keluarga dengan mencari nafkah.
Bapak dengan empat anak ini menceritakan, kisah hidupnya akan profesinya tersebut sebagai pengamen jalanan.
“Saya mengamen dari kampung ke kampung sudah sekitar delapan tahun lamanya, berangkat dengan mengojek mulai pukul 09.00 pagi hingga larut malam, pendapatan kalau sepi Rp 30 ribu, dan kalau ramai sekitar Rp 50 ribu,” ungkapnya kepada awak media, pada Sabtu (6/9/2025).
Menurutnya, ada suka duka dalam melakoni profesi mengamen yang tengah dijalaninya tersebut hingga kini.
“Kadang diabaikan dengan diacuhkan, bahkan setelah selesai menyanyikan lagu tidak ada yang memberi uang. Tapi, sukanya juga ada beberapa yang perduli dan empati,” itu mungkin karena kondisi fisik saya yang cacat sejak lahir,” tuturnya.
Pria kelahiran 1980 silam ini lebih lanjut mengungkapkan, bahwa juga punya lagu yang berjumlah kurang lebih empat lagu ciptaan sendiri.
“Kalau lagu ciptaan sendiri punya, tapi untuk sementara ini hanya empat lagu, dengan bertemakan tentang suka duka kehidupan mengamen yang ditujukan kepada keluarga saya, dan juga sosial,” paparnya.
Dirinya tidak ingin dikasihani, melainkan dihargai akan buah karyanya bukan merupakan kesedihan yang harus diratapi, apalagi disesali.
“Itu karena apa yang telah digariskan oleh tuhan kita sebagai hambanya harus mensyukurinya nikmat dan karunianya, dengan arti kata tidak boleh mengeluh apalagi sampai putus asa, harus tetap tegar dan semangat dalam menjalani hidup,” pungkasnya.
Pengamen jalanan penyandang disabilitas merupakan orang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dan menggunakan keahlian mereka seperti menyanyi atau bermusik untuk mencari nafkah di jalanan dengan cara mengamen dari rumah ke rumah.
Tak jarang, mereka juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlakuan tidak menyenangkan hingga kesulitan berinteraksi di lingkungan yang tidak aksesibel.
Namun, mereka juga menunjukkan semangat dan bakat untuk menunjukkan karya nyata dan diterima sebagai musisi jalanan yang mencakup penyandang disabilitas, agar mereka dapat menunjukkan bakatnya dan mendapatkan apresiasi yang lebih baik. (Nda)






