Ikuti Kami di Google News

MALANG NEWS – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengancam kesehatan warga di Kelurahan Ngaglik, khususnya di Gang 5, RT 03 RW 06.

Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, setidaknya enam orang dilaporkan terjangkit penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti ini.

Korban pertama adalah Miskan (65 tahun), yang harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala demam tinggi disertai pendarahan ringan. Tak berselang lama, warga lainnya seperti Ester, Sri, Yayuk, Jumadi, dan anak dari Kaji Narti juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Yang terbaru, Hari Wicaksono, seorang jurnalis dari SiapTV, juga didiagnosa terkena DBD.

“Kami sangat khawatir karena kasusnya terus bertambah. Lingkungan harus segera dibersihkan agar tidak ada lagi korban,” ujar Sri warga setempat yang pernah kena DB, pada Selasa (13/5/2025).

Ciri-Ciri Demam Berdarah (DBD)
Demam Berdarah Dengue memiliki gejala khas yang perlu diwaspadai, antara lain:

  1. Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 40°C) selama 2-7 hari.
  2. Sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, dan pegal seluruh tubuh.
  3. Ruam merah pada kulit.
  4. Mual, muntah, dan nafsu makan menurun.
  5. Tanda bahaya: pendarahan ringan seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik merah di kulit (petechiae). Jika parah, bisa menyebabkan syok akibat kebocoran plasma.

Cara Mencegah Demam Berdarah
Untuk memutus rantai penyebaran DBD, warga diimbau melakukan langkah-langkah pencegahan, yaitu:

  1. 3M Plus:
  • Menguras tempat penampungan air (bak mandi, ember, vas bunga) seminggu sekali.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.
  • Plus: hindari gigitan nyamuk dengan lotion anti-nyamuk, kelambu, atau tanaman pengusir nyamuk (lavender, serai).
  1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan kerja bakti membersihkan selokan dan genangan air.

  3. Fogging (pengasapan) di area yang terdampak untuk membasmi nyamuk dewasa.

Hari wicaksono jurnalis yang terjangkit DB saat ini berharap, kasus DB ini segera mendapatkan perhatian pemerintah setempat, mengingatsudah banyak yang terjangkit.

” semoga ada respon cepat dari pemerintah setempat dan dinas terkait, agar tidak menyebar lagi lebih luas.

Dinas Kesehatan setempat telah dihubungkan untuk melakukan tindakan cepat guna mencegah meluasnya wabah ini. Warga diharap segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala DBD.

“Saya akan melaporkan pada teman Dinkes agar segera dilakukan penyelidikan, kami berharap kesadaran warga meningkat kebersihan, agar tidak ada lagi korban jiwa akibat DBD,”tegas Rendra selaku Lurah Ngaglik bersama Dinas Kesehatan yang memantau perkembangan kasus ini. (Nda)

Share: