Ikuti Kami di Google News

MALANG NEWS – Satuan Reserse Narkoba Polresta Malang Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika, yang melibatkan seorang tersangka berinisial ADV (23) di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB, pada Senin (26/6/2023) lalu.

Berbekal informasi dari masyarakat, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ADV (23). Dalam penggeledahan di rumah kost yang ditinggali oleh tersangka, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika yang cukup besar.

“Hari ini kami menggelar Konferensi Pers terkait dengan pengungkapan kasus tindak pidana narkotika, yang melibatkan seorang tersangka inisial ADV, dia berperan sebagai kurir,” terang hal Kasat Resnarkoba Kompol Eka Wira Dharma Sibarani, S.I.K., M.H. kepada awak media, pada Senin (3/7/2023).

Dirinya menambahkan, bahwa peran dari ADV ini adalah sebagai kurir, yang akan mengirimkan narkoba kepada pengedar untuk diedarkan kepada para pemakai di Kota Malang.

“Sedangkan untuk bandar narkoba sendiri saat ini masih dalam pengejaran, dikarenakan tersangka mengenalnya dari media sosial sehingga tidak pernah bertemu secara langsung,” imbuhnya.

Kasat Resnarkoba Kompol Eka mengungkapkan, jika barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi antara lain 25 bungkus plastik klip berisi narkotika golongan I jenis sabu seberat 0,477,59 kilogram, 2 bungkus plastik besar berisi narkotika golongan I jenis ganja, 3 bungkus plastik kecil berisi narkotika golongan I jenis ganja, 3 bungkus plastik kecil berisi narkotika golongan I jenis ganja keseluruhannya seberat seberat 0,922 kilogram, dan 5 plastik klip berisi narkotika golongan I jenis inex sebanyak 17 butir.

“Dalam pemeriksaan, ADV mengakui bahwa narkotika yang ia bawa diperoleh dari daerah Kabupaten Malang, atas perintah seseorang yang masih berstatus DPO dan akan didistribusikan di wilayah Kota Malang,” pungkas Kompol Eka.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, ADV akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan ancaman hukumannya adalah pidana penjara minimal 6 tahun dan maksimal pidana mati dan denda minimal Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan maksimal Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah). (And)

Share: