by

JPU Tuntut Gareng Tersangka Pemerkosa Anak Tiri 15 Tahun Penjara

MALANG NEWS – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu menuntut warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu berinisial WD alias Gareng dengan tuntutan 15 tahun penjara, Senin (16/1/2023).

Pria 42 ini didakwa telah memperkosa anak tirinya sendiri. Selain vonis penjara terdakwa juga dijatuhi denda Rp 937 ribu, dengan subsidiair dua bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang yang menangani perkara tersebut, yakni Setyawati Yun Irianti, S.H., M.Hum sebagai Ketua Majelis, Brelly Yuniar Dien Wardi  Maskopi, S.H., M.H sebagai Hakim Anggota I serta  Silvya Terry, S.H sebagai Hakim Anggota II dan Jaksa Penuntut Umum yang menangani Perkara tersebut, yakni Dita Rahmawati, S.H dan Maharani Indrianingtyas, S.H serta terdakwa didampingi oleh Nadia Dara, S.H selaku penasihat Hukum terdakwa.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Batu Edi Sutomo, S.H., M.H mengatakan, bahwa JPU Kejaksaan Negeri Batu telah membacakan surat tuntutan Nomor REG. PERKARA PDM- 29 /M.5.44/Eku.2/11/2022 yang intinya memohon supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Malang yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, bahwa terdakwa WD alias gareng terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan memaksa anak tirinya untuk melakukan persetubuhan.

“Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat , membujuk dan memaksa anak dibawah umur melakukan persetubuhan secara berlanjut, dan dengan melakukan tindakan kekerasan seksual atau perbuatan cabul,” kata Edi Sutomo.

Atas perbuatannya, Kasi Intel Kejari Batu ini menambahkan, jika terdakwa sebagaimana diatur dalam dakwaan Kesatu Subsidiair Pasal 81 ayat (2) UURI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 yang telah dirubah kedua UURI. No. 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP dan dakwaan Kedua Pasal 82 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 yang telah dirubah kedua UURI. No. 17 tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“JPU menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun, dikurangi selama masa penahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan membayar denda sebesar Rp 937 ribu subsider 2 bulan kurungan,” imbuhnya.

Selain itu, masih kata Edi Sutomo, pihaknya menetapkan 7 barang bukti yang kini dikembalikan kepada anak korban dan 1 barang bukti dirampas untuk dimusnahkan.

“Sidang ditunda dan dilanjutkan kembali pada hari Senin tanggal 23 Januari 2023, dengan agenda Pembacaan Pledoi (Nota Keberatan Terhadap tuntutan) oleh terdakwa dan penasihat hukum,” pungkas Edi Sutomo. (Nda)

Bagikan Tautan

News Feed