by

Pascasarjana Unisma Kerjasama dengan Unit Observatory of Al Azhar Mesir

MALANG NEWS, MESIR – Dalam rangka melaksanakan pembukaan UUD 1945 untuk menciptakan perdamaian dunia dan keadilan sosial, juga untuk menguatkan ikhtiar bangsa dengan langkah kecil proliferasi kredo persatuan Bhinneka Tunggal Ika, Islam Wasathiyah dan pendidikan Islam multikultural yang khas dan kuat di Indonesia, Pascasarjana Unisma Malang dan Pascasarjana Istitut KH Abdul Chalim akan mendirikan pusat kajian deradikalisasi, dan pusat studi multikultural bekerjasama dengan Al Azhar Observatory Mesir.


Selain melakukan kerjasama dengan Al Azhar Observasi Mesir, Direktur Pascasarjana Unisma Prof. HM Masud Said, M.M., Ph,D dan Prof. Dr. Asep Syaifudin Chalim, Pimpinan Ponpes Amanatul Ummah, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sebelumnya juga bertemu dengan Grand Syeich Prof. Dr. At Thayeb of Al Azhar University.

Rombongan dari Jawa Timur tersebut, juga mengunjungi para mahasiswa Jatim di Mesir.
Ulama – ulama ternama Mesir tidak terlewat dikunjungi para rombongan, diantaranya hadist senior Syaeich Abdul Baiz Al Kattani, Mufti Syeich Prof. Dr. Muhanna, mantan Rektol Al Azhar, Syeich Prof. Dr. Ibrahim Hud Hud di Baital Muhammadi, Syeich Ala Mustofa Naimah di Alexandria dan syeich Abdul Aziz Sahawi.


Mesir selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peradaban dunia yang menonjol terhebat diantara 5 peradaban lainnya. Negeri piramid itu memiliki peradaban manusia seperti juga di lembah sungai Kuning di China, peradaban di India, peradaban Mesopotamia, peradaban bangsa Yunani Kuno, dan Suku Maya di Amerika Selatan juga lainnya.

Dengan mengunjungi Mesir pasti selalu bicara Sungai Nil, yang terpanjang di dunia, Spink dan Great Pyramid akan bercerita tentang Raja Fir’aun.

Bagikan Tautan

News Feed