by

Satreskrim Polres Batu, Berhasil Amankan Dua Pemuda Pelaku Pembalakan Liar

MALANG NEWS – Satreskrim Polres Batu berhasil mengamankan dua orang pemuda yang kepergok mengambil kayu jenis Sono Keling milik Perhutani. Keduanya diamankan petugas, saat berada di Kediri. Hal itu disampaikan Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin, S.I.K., M.T pada saat memimpin konferensi pers ungkap kasus pembalakan liar di Mapolres Batu, pada Rabu (3/8/2022).

Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin menjelaskan, jika pelaku Yoga Pras (27) dan Aris Margianto (25), keduanya merupakan warga Kasembon, Kabupaten Malang.

“Mereka tertangkap basah saat membawa kayu hasil kejahatannya dari petak 18 RPH Ngantang oleh petugas Perhutani. namun berusaha melarikan diri dengan menabrak petugas Perhutani,” jelasnya di hadapan awak media.

AKBP Oskar menambahkan, jika pelaku berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Batu selang 10 hari dari kejadian pada 16 Juli 2022 lalu.

“Keduanya ditangkap di wilayah Kabupaten Kediri di tempat persembunyiannya. Berdasarkan dari hasil penyelidikan, kami mendapatkan keterangan dari para saksi yang kebetulan mengetahui keberadaan pelaku tersebut,” imbuhnya.

Masih kata AKBP Oskar, jika kedua pelaku kerap terlibat dalam tindakan pidana pembalakan liar. Dia mengatakan, jika pelaku mengaku disuruh oleh seseorang bernama Jamali yang kini masih buron. Mereka nekat melakukan tindakan kriminal, lantaran tergiur dengan imbalan sekitar Rp 150 ribu.

Dengan kata sepakat, mereka pada akhirnya melancarkan aksinya pada Sabtu (16/07/2022), sekitar pukul 00.02 WIB. Dalam aksinya, mereka berhasil mencuri hingga empat batang pohon jenis Sono Keling.

“Hingga kemudian mereka diketahui oleh petugas perhutani yang sedang melaksanakan patroli. Karena khawatir ditangkap, mereka menabrak salah satu petugas perhutani atas nama Winarso, yang sedang naik sepeda motor hingga terjatuh dan mengalami luka lecet dan memar pada bagian kaki dan tangan serta kendaraannya rusak,” bebernya.

Mantan Kasat Lantas Polres Batu ini mengungkapkan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil pick up Daihatsu Grand Max berwarna  hitam, 1 unit motor, alat potong berupa gergaji dan gerinda, serta sejumlah gelondongan kayu.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 83 Ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Perusakan Hutan. Dan terancam pidana 15 tahun penjara,” pungkas AKBP Oskar.

Sementara itu, dari keterangan Winarso, kedua pelaku ini belum sempat menyerahkan hasilnya ke Jamali, tapi sudah keburu ditangkap petugas.

“Kejadian seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi, dari kejadian ini bisa menjadi bahan pelajaran dan evaluasi untuk memperketat penjagaan,” tandasnya. (Yan)

Bagikan Tautan

News Feed