by

Kades Pesanggrahan Klarifikasi Soal Pembangunan Jembatan Drainase

MALANG NEWS – Proyek pembangunan jembatan drainase di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu yang diduga pengerjaannya asal-asalan ternyata tidak benar adanya, pasalnya proses pembangunan tersebut sudah melalui prosedur yang berlaku dan tidak menyalahi aturan yang ada.

Karena memang ada kendala dan sudah dikoordinasikan sekaligus juga ditindaklanjuti oleh lingkungan dan desa juga pihak desa yang tetap bertanggung jawab, untuk menyelesaikan pembangunan tersebut dengan lingkungan.

Menurut Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi, S.Pd jembatan drainase yang ada di Jalan Seruni, Dusun Srebet Barat, Desa Pesanggrahan tersebut memang anggarannya dasi desa melalui APBDes


Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, jembatan drainase kecil yang berlokasi di RT 3, RT 4 RW 6 tersebut ternyata memang ada persoalan karena masih dalam tahap penyelesaian, seperti yang pernah di beritakan sebelumnya di salah satu media online lokal.

“Memang benar kondisinya masih belum layak untuk di lewati, tetapi sudah ditindaklanjuti oleh pihak desa dan lingkungan. Berdasarkan hasil pemberitaan dari rekan-rekan media. Bahkan tidak penyok dan tidak membahayakan orang lain. Kami atas nama Pemerintah Desa Pesanggrahan mengucapkan terimakasih ada beberapa masukan-masukan dari teman-teman media yang menjadikan kritik untuk membangun,” katanya.

Pihaknya mengakui, jika pembangunan jembatan drainase itu sudah di koordinasikan dan dibangun sesuai dengan apa yang diminta oleh warga masyarakat Desa Pesanggrahan.

“Sudah dikondisikan dengan baik dan dilakukan perbaikan-perbaikan sebagai mana mestinya, untuk mempertanggungjawaban menggunakan dana anggaran disitu,” papar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi juga menjelaskan, jika anggaran pembangunan jembatan drainase tersebut kurang lebih menelan biaya sebesar 14,8 juta rupiah.

“Disitu sudah kita lakukan pengerjaan pembangunan, dan kita juga sudah koordinasi dengan pemangku wilayah seperti RT dan RW setempat, serta masyarakat Desa Pesanggrahan. Ke depan, pemanfaatannya juga kembali kepada masyarakat lagi nantinya,” pungkasnya. (Yan)

Bagikan Tautan

News Feed