by

Sidak Hotel Grand City Batu, Komisi A DPRD: Bongkar, Bangunan di Atas Sungai itu Ilegal

MALANG NEWS – Komisi A DPRD Kota Batu didampingi Satpol PP, DLH, Dispenda, dan DPMPTSPT Pemerintah Kota Batu melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke Hotel Grand City di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jumat (17/12/2021).

Sidak dilakukan, berdasarkan laporan warga Desa Sidomulyo, tentang keberadaan hotel yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat salah satunya terkait dengan limbah cair yang menimbulkan pencemaran lingkungan dan adanya bangunan diatas badan sungai.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, Jatmiko menjelaskan, jika sidak dilakukan untuk mengetahui kelengkapan perizinan bangunan hotel yang diduga ada pelanggaran.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat dan Kepala Desa Sidomulyo, jika Hotel Grand City ini sebagian bangunannya dibangun diatas sungai. Tentu saja ini tidak boleh, karena menyalahi aturan. Karena keberadaan sungai peruntukannya untuk irigasi, dengan alasan apapun tidak boleh ada bangunan diatasnya,” terang Jatmiko.

Mantan Kepala Desa Sidomulyo ini menambahkan, hasil sidak akan menjadi rekomendasi Komisi A DPRD Kota Batu terhadap temuan atau pelanggaran-pelanggaran yang dilalukan pihak Hotel Grand City.

“Pelangarannya banyak, beberapa diantaranya terkait izin yang dikeluarkan 2007, jika dikaitkan dengan kondisi sekarang maka jelas banyak ketidaksesuain, maka harus segera dikaji ulang dan bila perlu dibongkar,” tegasnya.

Jatmiko menyebutkan jika dilihat saat ini hotelnya berbeda, karena ada pembaharuan (renovasi), seperti penambahan-penambahan, yang sudah tidak sesuai dengan site plan awal.

“Selain itu juga ditemukan adanya bangunan hotel diatas badan sungai. Bahkan, dari pengakuan manager hotel Firman, bahwa pihak hotelnya masuk kelompok hotel melati. Namun faktanya, bangunan Hotel Grand City termasuk hotel berbintang,” papar Jatmiko.

Politisi Partai Nasdem ini juga berjanji, bakal berkoordinasi dengan Komisi B dan Komisi C, terkait dengan temuan pelangaran-pelanggaran pada hotel yang dimaksud.

“Pastinya, dalam waktu dekat kami akan melakukan sidak lanjutan lagi. Kami sudah Banmuskan, seperti pada agenda sidak hari ini. Dan kami perintahkan kepada pihak hotel, agar segera membongkar sebagian bangunan yang berdiri diatas sungai itu,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Agung Sugiyono, jika hasil sidak bersama dengan dinas terkait hari ini diketemukan adanya banyak pelanggaran yang terjadi.

“Ya, dari hasil sidak ini tadi kami menemukan banyak sekali pelanggaran, diantaranya terkait dibangun diatas sungai. Selain itu, ternyata ini hotel berbintang, tetapi ngakunya hotel Melati. Tentu saja ini berhubungan dengan PAD, mengingat Hotel Grand City ini beroperasional sudah sejak lama, Pemkot Batu dirugikan,” beber Agung.

Politisi Partai Gerindra ini juga menegaskan, jika sebagian bangunan hotel yang melanggar harus dibongkar serta meninjau ulang perizinannya  menyesuaikan dengan ketentuan terbaru.

“Kami tegaskan jembatan harus dibongkar, karena sudah menyalahi aturan yang ada. Sebab, tidak ada peraturan yang mengizinkan adanya bangunan diatas sungai. Tidak, ada dalil-dalil yang mengizinkan, dasarnya apa? Kami juga meminta site plan bangunan Hotel Grand City dikirimkan copy ke komisi A,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Sidomulyo Drs. Suharto, MM juga menyebutkan, berdasarkan tuntutan dari warga Desa Sidomulyo, ada beberapa poin yang harus segera dipenuhi oleh pihak hotel.

“Beberapa poin sudah disepakati kemarin di Kantor Kecamatan Batu. Namun Poin kelima dan keenam belum dilaksanakan. Oleh karena itu, kepada dinas terkait untuk meninjau ulang mengenai perizinan seperti IMB, Amdal, HO, Lalin, sepadan sungai dan lain-lain,” ungkap Suharto.

Masih kata Suharto, dari beberapa tuntutan warga ditujukan pada dinas, dan kepada Pemerintah serta DPRD, agar segera mengambil tindakan tegas.

“Jadi, dari beberapa tuntutan dari para warga Desa Sidomulyo ini, kepada dinas terkait harus meninjau ulang perizinannya,” ujar dia.

Sementara itu, General Manager Hotel Grand City, Firman menyampaikan, jika beberapa waktu lalu pihaknya juga dipanggil oleh dinas terkait. Hal itu diakuinya dengan persoalan perizinan hotel.

“Kemarin tanggal 7 kalau tidak salah, kita dipanggil oleh dinas untuk soal perizinan, tetapi kalau hari ini diperlukan lagi soal perizinan, kita pasti akan ikuti dan follow up,” tandasnya. (Yan)

Bagikan Tautan

News Feed