by

Konferensi Pers, Polres Batu Ungkap Kasus Penganiayaan Balita

MALANG NEWS – Polres Batu menggelar konferensi pers ungkap kasus penganiayaan terhadap balita NS (2,5) atau anak dibawah umur di ruang Rupatama Mapolres Batu, Jalan AP lll Katjoeng Permadi, No. 16, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Rabu (27/10/2021) malam. 

Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, S.I.K., M. Si saat memimpin konferensi pers di hadapan para awak media menjelaskan, bahwa mencuatnya kasus tersebut berawal pelaporan dari paman korban ke Unit PPA Satreskrim Polres Batu, yang mengatakan bahwa keponakannya yang masih balita itu dianiaya pacar ibunya. 

“Ya, jadi awalnya paman korban YN (37) melaporkannya kepada kami. Usai menerima laporan, anggota kemudian melakukan pengintain dan penyelidikan, yang selanjutnya menangkap tersangka WK alias Katok (26) tak kurang 1×24 jam di kediamannya di Desa Beji, Kecamatan Junrejo pada Minggu (24/10/2021) pukul 02.00 dini hari. Dan dari tangan tersangka, anggota juga menyita bak mandi bayi plastik warna biru, gayung dan panci stainless Steel dengan gagang kayu yang digunakan menganiaya korban,” terang Yogi sapaan akrab Kapolres Batu.

Ketika YN paman korban mengetahui kondisi korban, lanjut Yogi, sontak kaget karena mengetahui tubuh korban sudah penuh dengan luka bakar.

“Secara otomatis, paman korban membawa korban ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan dan perawatan,” tukas Kapolres.

Mantan Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya ini menambahkan, berdasarkan keterangan dari tersangka, motif yang membalut niatnya hingga tega menganiaya balita itu lantaran dianggap sebagai beban ekonomi, terlebih juga sering rewel. Bahkan, tersangka juga menyiram korban dengan air panas ketika hendak memandikannya.

“Korban juga bukan anak biologisnya, saat korban sedang rewel tersangka membakar korban dengan api rokok hampir di sekujur tubuhnya. Dan manakala ketika tersangka ada masalah dengan ibunya, maka korban menjadi alasan pelampiasan amarah kekesalannya. Dari hasil visum rumah sakit, korban mengalami luka bakar akibat siraman air panas, juga ada bekas sundutan rokok, dan luka di jari tangannya,” imbuh Yogi. 

Perwira Polisi dengan pangkat dua bunga melati dipundaknya ini juga menguraikan, jika penganiayaan yang dilakukan tersangka itu dalam kurun waktu sekitar kurang lebih satu bulan. 

“Jadi ibu korban CR (19) ini tau, namun tidak berani melaporkan karena diancam tersangka jika melaporkan maka kosekwensinya tidak akan dinikahinya,” paparnya. 

Orang nomor satu di jajaran Polres Batu ini mengungkapkan, saat ini korban tengah dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu, guna mendapatkan perawatan secara intensif dengan pendampingan dokter dan psikolog.

“Dengan tujuan dapat memantau perkembangan kondisi kesehatannya. Selain itu kami hadirkan juga psikolog untuk memberikan trauma healing kepada ibu dan korban. Mari kita doakan supaya korban segera pulih dan dapat bermain lagi, seperti sediakala,” pungkas dia. 

Di tempat yang, sama Kasatreskrim Polres Batu Iptu yussi Purwanto, S.H., M.H juga menyampaikan, bahwa secara mental dan kejiwaan tersangka diketahui normal. 

“Ya, jadi tidak ada semacam kelainan baik secara mental maupun kejiwaan, bahkan tergolong normal,” tandasnya. 

Kini, guna mempertanggung jawaban atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 80 ayat (2) Jo 76C UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun dan atau denda seratus juta rupiah.

Sekadar diketahui, WK dan CR adalah pasangan kumpul kebo, mulai berhubungan sejak Agustus lalu, dan diketahui mereka tinggal serumah tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah. (Yan

Bagikan Tautan

News Feed