by

Festival Sobran 2021 “Kembali Membumi” Digelar, Warga Kaliputih Apresiasi

Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si, saat memberikan sambutan pada kegiatan acara Festival Sobran 2021. (Yan)

MALANG NEWS – Festival Sobran (sobo brantas) kembali digelar di Kota Wisata Batu. Tema yang diambil pada tahun 2021 ini adalah “Kembali Membumi”.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk memeriahkan acara yang berlangsung di Sobran atau Sobo Brantas, Jalan Tawang Argo, RW 11, Kaliputih, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Minggu (20/6/2021) pagi.

Pantauan awak media di lapangan, kegiatan acara itu turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batu, Ketua TP PKK Kota Batu, Ketua dan anggota DPRD Kota Batu, Perangkat Kelurahan Sisir, Penggiat Seni dan Penggiat Lingkungan beserta Warga Masyarakat Kaliputih, RW 11, Kelurahan Sisir.

Pada Festival Sobran tersebut, sebanyak 5000 bibit ikan wader juga dilepaskan ke Sungai Brantas, dan 200 bibit pohon ditanam oleh Wali Kota Batu, sebagai upaya untuk pelestarian lingkungan.

Festival yang diinisiasi oleh Kelurahan Sisir, Pemkot Batu ini bertujuan untuk melestarikan kesenian, kebudayaan dan lingkungan yang ada di Kota Batu, sebagai sarana penunjang bagi pariwisata.

Lurah Sisir, M. Viata Aria Pranaka, SSTP dalam sambutannya menjelaskan, bahwa acara kali ini sekaligus sebagai Soft Opening Sobran atau Sobo Brantas, yang mana sebagai salah satu destinasi wisata alam yang ada di Kota Wisata Batu.

“Kaliputih, Kelurahan Sisir memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan dengan tetap menjaga alam dan lingkungan. Disini, juga memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan, hari ini kita melakukan Soft Opening Sobran atau Sobo Brantas, harapannya nanti tempat ini bisa menjadi daya tarik wisata baru yang ada di Kota Wisata Batu,” terang Aria sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si mengaku menyambut baik dan antusias sekali dengan adanya Sobran yang bisa dijadikan aset wisata alam yang ada di Kota Wisata Batu.

“Saya sangat mengapresiasi, di Kaliputih, Kelurahan Sisir ini ternyata ada tempat yang masih asri seperti ini, semoga ke depannya destinasi ini bisa menjadi kebanggaan wisata bagi warga masyarakat Kota Wisata Batu,” kata Budhe sapaan akrabnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, salah satu hal yang tidak kalah penting adalah fasilitas tempat wisata yang harus disediakan untuk menunjang sarana untuk wisatawan, seperti lokasi parkir yang harus memadai, akses ke kamar mandi atau toilet bagi wisatawan, mushola hingga listrik.

“Ya, itu yang terpenting, karena sebagai salah satu sarana yang harus ada dan tersedia. Termasuk juga tempat parkir bagi wisatawan yang berkunjung. Selain itu, listrik juga harus tersedia, mengingat disini konsepnya Camping Ground dengan dikelilingi Pepohonan Jati, yang juga ada Raftingnya, tujuannya agar supaya wisatawan betah dan berkesan, ya semacam memorable yang menjadikan sebuah kenangan yang tidak bisa dilupakan,” ujarnya.

Sementara itu, Dodik Hariyanto salah seorang warga setempat mengapresiasi dengan keberadaan tempat wisata baru di kampungnya tersebut.

“Terus terang, saya sebagai warga Kaliputih patut berbangga, pasalnya warga disini juga turut andil ikut berkontribusi, dengan tetap selalu menjaga kebersihan. Jadi, dengan adanya tempat wisata baru disini ada pemberdayaan bagi warga, mereka juga bisa berjualan, parkir, dan ikut turut serta menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang datang berkunjung,” ucapnya.

Dodik yang juga seorang jurnalis malangpagi.com ini mengaku, juga membantu mempromosikan tempat wisata tersebut melalui pemberitaan di media.

“Tujuannya, agar wisata baru ini cepat dikenal, dan dikunjungi wisatawan, hingga bisa sampai ke luar negeri. Mengapa saya katakan demikian, karena tempatnya disini bagus, dan berpotensi serta layak untuk dikunjungi. Selain itu, juga dikelilingi Pohon Jati yang masih asri, selain udaranya yang tergolong sejuk, juga terdapat Sungai Brantas yang biasa untuk Rafting, selain daripada Camping Ground,” tandasnya.

Acara Festival Sobran semakin semarak dengan berbagai penampilan kebudayaan dari warga masyarakat Kaliputih, RW 11 mulai dari Tari Sanduk, Tari Kuda Lumping dan Barongsai.

Sekadar diketahui, Sobran sendiri merupakan perengan yang ditanami Pohon Jati dan disulap menjadi lokasi bhumi perkemahan di tengah kota.

Ke depan, pihak pengelola rencananya bakal menggelar berbagai kegiatan yang di Sobran ini, seperti Makrab, Outbond atau kegiatan menarik lainnya yang tentu saja bakal diminati oleh pengunjung maupun wisatawan. (Yan)

Bagikan Tautan

News Feed