Ikuti Kami di Google News

MALANG NEWS – Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si menerima kunjungan Wahid Foundation yang dipimpin oleh Visna Vulovik, pada Rabu (2/6/2021) siang.

Tujuannya untuk melakukan konsultasi, koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Kota Batu terkait dengan Desa Damai di Desa Gunungsari dan Desa Sidomulyo, Kota Batu.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Batu Fra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pemkot Batu, Camat Bumiaji, Kepala Desa Gunungsari, dan Kepala Desa Sidomulyo.

Program Manager sekaligus Asisten Direktur Wahid Foundation, Visna Vulovik, mengatakan, bahwa dalam mewujudkan Desa Damai Sidomulyo, Wahid Foundation masuk lewat pemberdayaan ekonomi.

“Kemudian kami mencoba merekatkan masyarakat secara pelan-pelan, membuat mereka saling berkomunikasi satu sama lain meskipun berbeda latar belakang,” katanya.

Dirinya menambahkan, Wahid Foundation memberikan akses permodalan dan pelatihan wirausaha melalui pembinaan perempuan.

“Selanjutnya adalah pelatihan bagi masyarakat desa, untuk melihat potensi konflik yang bersumber pada intoleransi. Selain itu juga untuk mendeteksi dini dalam melihat potensi konflik yang muncul,” paparnya.

Menurut Visna, program Desa/Kelurahan Damai memiliki sembilan indikator. Antara lain pendidikan dan perdamaian dan kesetaraan gender, praktik nilai-nilai persaudaraan dan toleransi, serta adanya pranata bersama yang dapat memantau pelaksanaan desa/kelurahan damai.

“Sebagai contoh, bentuk perwujudannya adalah pembentukan sebuah kelompok kerja (pokja) pemantau pelaksanaan desa/kelurahan damai di tingkat desa, yang minimal 30 persen anggotanya adalah perempuan,” ungkap dia.

Dalam pertemuan ini, dijelaskan juga tentang Rumah Ayom. Yaitu program untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat rentan seperti siswa putus sekolah, korban KDRT dan kekerasan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa program Desa Damai yang sudah berlangsung 4 tahun ini, sudah bisa dirasakan manfaatnya.

“Program tersebut juga sangat membantu pemerintah dalam memberdayakan masyarakat dan menguatkan kelompok rentan. Dengan begitu, SDM masyarakat meningkat dan dapat menghindari kekerasan berdasar ekonomi,” tandas Budhe sapaan akrabnya.

Sekadar diketahui, dalam pertemuan tersebut dijelaskan juga tentang Rumah Ayom. Yaitu program untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat rentan seperti siswa putus sekolah, korban KDRT dan kekerasan lainnya. (Dian)

Share: