Langsung ke konten
Berita

Kisah Kreatif Pemuda Ngajum, Ubah Limbah Sampah Plastik RT jadi Media Tanam

2 menit baca
22x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Kisah Kreatif Pemuda Ngajum, Ubah Limbah Sampah Plastik RT jadi Media Tanam

MALANG NEWS – Menurut data riset Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), produksi sampah skala…

Kelompok Pemuda Ngajum, menyulap limbah sampah plastik RT jadi media tanam. (Had)

MALANG NEWS – Menurut data riset Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), produksi sampah skala nasional menyentuh angka 175.000 ton per hari. Dari data tersebut, diperkirakan rata rata per hari setiap satu orang warga negara menyumbang produksi sampah sebanyak 0,7 kg. Angka itu, jika dihitung per tahun, maka Indonesia menghasilkan sebanyak 64 juta ton sampah.

Ironisnya, Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017 lalu melalui Survey Indeks Perilaku Lingkungan Hidup (IPKLH) menyebutkan bahwa hanya 18,6 persen warga negara yang telah berumah tangga peduli terhadap sampah saat berbelanja. Kepedulian itu, melalui indikator perilaku membawa wadah atau tas sendiri untuk mengurangi limbah sampah plastik.

Sedangkan, 81,4 persen sisanya, warga negara yang telah berumah tangga di Indonesia menimbun dan menghasilkan sampah setiap harinya. Dari survey KLHK tersebut, dominasi produksi sampah nasional berasal dari sampah rumah tangga mencapai 48 persen produksi sampah nasional. Masalah penanganan sampah menjadi isu nasional yang menuntut segera dipecahkan.

Baca Juga
Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Warga Pasuruan Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Batu, Diduga Curi Uang Rp 5 Juta

Berita

Sulap Limbah Sampah Jadi Media Tanam

Sebuah langkah kecil dilakukan kelompok pemuda asal Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Mereka, melakukan konversi, mengubah limbah sampah plastik rumah tangga menjadi media tanam.

“Kami lakukan hal sederhana dalam penanganan sampah plastik,” kata Lucky Wahyudi perwakilan kelompok Pemuda Kesamben Ngajum, Sabtu (1/5/2021).

Baca Juga
12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Diperiksa Kejari Batu, Nantinya Bakal Periksa Pihak Lain

Berita

Menurutnya, langkah penanganan sampah ini dilakukan sebagai salah satu solusi penanganan sampah di tingkat desa. Awalnya, pemuda yang karib disapa Lucky ini bersama rekan pemuda lain menyiapkan tempat untuk mengumpulkan sampah rumah tangga selingkup RT.

Kemudian, lanjut Lucky, dari sampah yang terkumpul tersebut akan dilakukan proses pembakaran. Proses pembakaran dilakukan secara manual dengan alat sederhana hasil swadaya bersama teman.

“Jika sudah terkumpul, limbah sampah rumah tangga dibakar dengan alat seadanya,” terangnya.

Baca Juga
Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Korban Terpeleset di Sungai Ratusan Warga Kaliputih Antar ke TPU

Berita

Lebih lanjut, proses pembakaran sendiri dilakukan selama 3 jam. Pada proses pembakaran ini, menurut Lucky masih menggunakan tenaga seadanya. Maksudnya, ia hanya mengandalkan lingkaran teman yang punya kesamaan kepedulian terhadap penanganan masalah sampah.

Setelah melalui proses pembakaran, limbah sampah rumah tangga yang masih panas dicampur dengan sampah organik. Lucky menyebut, ini merupakan proses terakhir sebelum limbah sampah rumah tangga didinginkan dan dapat digunakan sebagai media tanam.

“Limbah sampah kemudian dicampur dengan sampah organik seperti ranting dan daun kering,” tegas pemuda yang juga aktif di salah satu ormas terbesar ini.

Terakhir, pada proses akhir, masih menurut Lucky, sampah yang sudah dicampur, dimasukan ke dalam wadah media tanam atau pot. (Had)

AD 728x90 — Landscape
E

Ditulis oleh

Edo Rabmadhani

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.