Ikuti Kami di Google News

Mahasiswa Polbangtan Kota Malang melakulan magang teknik Urban Farming di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu selama 3 bulan.
Inisiator Urban Farming, M. Nurkholis bersama mahasiswa dan mahasiswi dari Polbangtan Kota Malang, saat magang teknik Urban Farming di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu selama 3 bulan. (Had).
MALANG NEWS – Sebanyak 6 orang mahasiswa dan mahasiswi Polbangtan Kota Malang melakulan magang teknik Urban Farming di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu selama 3 bulan.


“Kami memilih magang disini, karena terkenal mempunyai banyak inovasi dan berhasil menciptakan ketahanan pangan,” terang mahasiswi Polbangtan Wanda, pada Senin (15/3/2021).

Magang 3 Bulan

Sementara itu, Inisiator Urban Farming Pesanggrahan Kota Batu, M. Nurkholis mengatakan, ada total 6 mahasiswa yang magang.

“Adapun 6 mahasiswa yang magang atas nama Wanda, Nurul Fadilah, Anita, Faradhillah Tenripada B, Ade Milda Sugiaksa dan Boby Paludin Harahap. Mereka berasal dari Bone Sulawesi dan Medan,” ungkapnya.

Menurutnya, mereka rencananya bakal magang selama tiga bulan yang terbagi menjadi dua kegiatan. Diantaranya magang teknis dan penyuluhan. Masing-masing kegiatan dilaksanakan selama 6 minggu dengan berdasarkan kalender akademik pada tahun ajaran yang berjalan.

“Adapun tujuan magang adalah memperluas ilmu tentang pertanian dari Batu Urban Farming Desa Pesanggrahan,” jelas dia.

Sementara, materi yang diberikan meliputi instalasi hidroponik, pengolahan tanaman organik, penyuluhan tanaman organik ke masyarakat, dan rang lingkup dunia pertanian di masyarakat.

Ia menjelaskan, terkait faedah magang. Manfaat magang yakni Mahasiswa terlatih untuk mengerjakan pekerjaan lapangan dan memperoleh kesempatan untuk memantapkan keterampilan, serta pengetahuan.

“Selain itu, juga berfaedah agar Mahasiswa terlatih untuk berpikir kritis, menggunakan daya nalar, serta menumbuhkan jiwa wirausaha,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan pada dunia usaha dan indistri serta dapat terjun langsung ke masyarakat.

“Harapan ke depannya, mendorong pembentukan ekosistem usaha pertanian bagi anak muda karena mereka dapat berperan sebagai salah satu sumber pangan bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Nurkholis mengakhiri. (Had).

Share: