Ikuti Kami di Google News

pelantikan PR (Pengurus Ranting) Ikatan Pelajar Putra atau Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dan Diskusi ilmiah
Pelantikan PR IPNU IPPNU Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. (Had).
MALANG NEWS – Dalam upaya revitalisasi (penyegaran) dan menanamkan spirit literasi, dilakukan pelantikan PR (Pengurus Ranting) Ikatan Pelajar Putra atau Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dan Diskusi ilmiah, baru-baru ini.


“Kami ingin melakukan revitalisasi dan penyegaran. Saya salut dan bangga pada adik-adik IPNU IPPNU yang terus berkreasi. Terutama pada bidang literasi yang saat ini sangat dibutuhkan sebagai salah satu solusi menyampaikan berita, program kegiatan, dan dakwah. Memperkaya khasanah pengetahuan dengan memperbanyak literasi,” tandas ketua PAC Ansor Kecamatan Turen Eko Harianto, Senin (15/2/2021).

Dalam sambutannya selaku tokoh masyarakat Desa Talangsuko dan motivator, H. Mahrus Sholeh mengatakan, para kader selayaknya berani bergerak dan bijak mengambil keputusan, dengan mengutamakan 3 As yaitu Antusias, Integritas, dan Ikhlas.

Selain pelantikan pengurus juga digelar kegiatan Abnormal (Acara Bincang Non Formal) PR IPNU IPPNU mengusung Tema kegiatan “Literasi Budaya dan Budaya Literasi”, yang bertempat di Madrasah Diniyah Al Hidayah Talangsuko Turen.

Tampil sebagai pemateri di kegiatan ini
Ahmad Ichwan Susilo (Pengurus Forum TBM Jatim), Fahrul Alamsyah (Republik Gubuk Jabung), Gus M. Mihron Zubaidi (Lakpesdam MWCNU Turen), dan Moderator: Ahmad Ainul Yaqin (TBM Lentera Talangsuko).

Gus Ubaid Sebut Pentingnya Makna
Iqra dalam Literasi

Dalam Diskusi ABNORMAL (Acara Bincang Non Formal) Pelantikan Pengurus Ranting IPNU IPPNU Desa Talangsuko, Turen baru-baru ini, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam MWCNU) Turen Gus M. Mihron Zubaidi menyebut, akan pentingnya makna Iqra dalam literasi.

“Perlu bagi generasi muda khususnya di zaman saat ini untuk bersama sama membudayakan literasi di tengah masyarakat Kita. Literasi adalah gerbang dari segala pengetahuan dan pengetahuan adalah gerbang dari kehidupan yang madani penuh dengan etika dan tata krama,” terang Gus M. Mihron Zubaidi.

Gus Ubaid panggilan akrabnya, menuturkan, literasi menjadi sangat penting untuk menjadi perhatian, mengingat juga wahyu pertama yang turun adalah iqro’ (bacalah).

“Wahyu pertama yang turun adalah iqro’ (bacalah). Tapi, jangan kemudian hanya diartikan sebatas membaca sebuah naskah atau teks, karena makna literasi sangatlah luas, yakni membaca apapun yang bisa menjadikan kita memahami hal-hal positif yang harus kita lakukan. Termasuk membaca dan memahami kultur budaya yang membuat Kita menjadi pribadi yang bermanfaat dan beretika itupun juga termasuk bagian dari literasi. Yang penting belajar menjadi lebih bermanfaat dan mempraktekkan hal tersebut di tengah masyarakat, itu intinya,” tukas Gus Mihron Zubaidi.

Gus Mihron Zubaidi juga mengajak kader berbuat hal yang positif. “Jangan terbiasa membuang waktu kita untuk menghakimi orang lain, tapi biasakan untuk belajar menjadi pribadi yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” tutup Gus Mihron Zubaidi. (Had).

Share: