by

Milad Ke-8, KJB Indonesia Ajak Tebar Kebaikan Kala Pandemi

Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-8. Dalam kondisi pandemi Covid-19, perayaan yang dilakukan menggunakan zoom tersebut, bertajuk Webinar Nasional dengan tema Menebar Kebaikan Melalui Karya Jurnalistik.
KJB Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-8, menggunakan zoom bertajuk Webinar Nasional dengan tema Menebar Kebaikan Melalui Karya Jurnalistik. (Had).
MALANG NEWS – Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-8. Dalam kondisi pandemi Covid-19, perayaan yang dilakukan menggunakan zoom tersebut, bertajuk Webinar Nasional dengan tema Menebar Kebaikan Melalui Karya Jurnalistik.


Tiga narasumber dalam acara tersebut adalah Arief Suditomo, Pemimpin Redaksi Metro TV, Balques Manisang, News Produser dan host tvOne, serta Lalita Gandaputri, News Produser Metro TV dan member KJB Indonesia.

Acara ini disiarkan melalui aplikasi zoom dan youtube Komunitas Jurnalis Berhijab. Webinar yang diikuti oleh 246 peserta dari para members KJB Indonesia, akademisi dari beberapa Universitas, Komunitas dan Masyarakat umum penyuka Jurnalistik, pada Minggu (13/12/2020).

Menurut Nikmatus Sholikah, Presiden KJB Indonesia, KJB dibentuk sejak 26 November 2012. Hingga kini KJB Indonesia sudah memiliki lebih dari 130 member dari jurnalis berhijab dari media cetak, televisi, radio, onlie di beberapa daerah di Indonesia seperti Jabodekatbek, Jogjakarta, Malang, Medan, Makasar, Lombok, Kepulauan Selayar dan lain-lain.

Meragukan Kebenaran Berita

Pada milad ini, diharapkan dapat meningkatkan tali silaturahim antar member KJB Indonesia serta meningkatkan pemahaman tentang esensi karya jurnalistik yang berkualitas dan membawa kebaikan.

“Dimasa sekarang, banyak masyarakat yang mulai meragukan kebenaran informasi berita yang menjadi produk jurnalistik. Sehingga masyarakat perlu mengetahui, esensi karya jurnalistik yang berkualitas sejatinya bukan hanya sesuai dengan fakta namun bisa membawa dampak kebaikan untuk masyarakat luas,” terang wanita yang aktif menulis dan berkegiatan sosial tersebut.

Disisi lain, dalam webinar tersebut, Arief Suditomo banyak memberikan pesan dan kesan sebagai jurnalis di hadapan peserta dari beberapa daerah di Indonesia seperti, Jabodetabek, Jogja, Malang, Sumbawa, Banjarmasin, Medan, Makasar, Aceh dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Sesuai tema yang diusung yaitu menebar kebaikan melalui karya Jurnalistik, Arief menyebutkan bahwa semua pihak harus terus menanamkan jurnalisme kebaikan karena di sekitar jurnalis terlalu banyak toxic yang membawa ke arah negatif.

“Jadi buat temen-temen KJB ini merupakan sebuah silaturahim yang baik pada akhirnya untuk kita sama-sama mengumpulkan energi buat memberikan kontribusi dalam bentuk jurnalisme kebaikan bagi publik kita. Kemudian terus memberikan kontribusi tersebut karena dunia kita ini kadang-kadang perlu kontribusi tersebut ya dalam bentuk jurnalisme kebaikan, terlalu banyak toxic di sekitar Kita, terlalu banyak problem-problem yang pada akhirnya membawa kita ke arah-arah yang sangat negatif,” ucap Arief.

Sumbang Dana dan Barang

Arief menyebutkan, bahwa semangat menebar kebaikan jurnalistik harus ditanamkan mulai dari keseharian. Kalau berfikir baik maka hasilnya baik, Pihaknya membawa masyarakat dengan nilai-nilai positif ini merupakan hal yang baik juga.

“Salah satu program di media kami seperti liputan dengan BenihBaik.com menunjukan, dengan liputan ini kita sekaligus bisa mengajak masyarakat menyumbang dana, tenaga dan bisa membangun beberapa insfrastruktur di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga kita tidak hanya konsentrasi pada financial sourcing atau uang, kita juga bisa menyumbang tenaga dan barang sesuai dengan kebutuhan yang disasar. Salah satunya program Newsline Metro TV yang merupakan positf journalism atau jurnalisme positif,” tutur Arief, pria yang sudah lebih dari 22 tahun menekuni bidang jurnalistik tersebut.

Di sisi lain menurut Balques Manisang, wanita kelahiran Solo tersebut menyebutkan, menjadi jurnalis bukanlah sebuah kekuatan akan tetapi merupakan sebuah kehormatan.

Balques menekankan, pentingnya menjadi jurnalis yang mempertahankan peran jurnalis sebagai pilar demokrasi. Ia juga menekankan untuk masing-masing jurnalis juga harus bisa mencari celah menerapkan idealisme sebagai seorang jurnalis.

“Selalu luruskan niat kita bahwa menjadi jurnalis itu menjadi pilar ke empat demokrasi jadi pertahankan pilar itu, kita sebagai pilar demokrasi,” ucap Balques.

Voiice the voiceless

Kemudian terkait jurnalisme kebaikan, dirinya dalam program Fakta tvOne yaitu program semi investigasi yang dia bawa, banyak manfaat yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dari program tersebut mengingatkan untuk melihat kondisi rakyat sesungguhnya, sehingga bisa menyuarakan pihak yang tidak memiliki kekuatan untuk bersuara di publik atau voice the voiceless.

“Seperti kasus reklamasi pantai di Jakarta Utara, kita menyuarakan suara para nelayan terkait kesejahteraan mereka. Akhirnya terjadi komunikasi antara nelayan, pemerintah dan perusahaan. Kemudian beberapa liputan lainnya menunjukan bahwa karya jurnalistik juga bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Disisi lain, menurut Lalita Gandaputri, news produser Metro Tv menekankan tentang wanita berhijab tak perlu takut untuk menjadi jurnalis.

“Dulu awal karir saya sebagai jurnalis yang berhijab, awal tahun 2007 saat itu masih belum banyak jurnalis berhijab karena Jurnalis Berhijab di TV. Standart Jurnalis TV melepaskan simbol-simbol agama. Tantangan bagi saya, saya pernah tidak diterima karena hijab saya di lingkungan konflik di beberapa wilayah di Indonesia. Namun kondisi sekarang berbeda, kita bisa tetap menunjukan netralitas kita dengan berhijab dan terus memberikan karya jurnalis yang menebar kebaikan,” paparnya.

Kemudian Lalita menambahkan, jurnalis memiliki posisi istimewa karena menjadi mata dunia, mewakili mata masyarakat yang tidak bisa langsung melihat berbagai peristiwa. Kemudian disebarkan informasi itu kepada masyarakat sesuai dengan fakta di lapangan.

“Tugas Jurnalis itu tugas mulia, kita melakukan pekerjaan untuk masyarakat sehingga tanggung jawab kita sangat besar. Kita harus menginformasikan berita yang benar,” terang wanita yang telah 14 tahun menjadi jurnalis.

Memihak Warga

Nikmah juga berharap, perayaan KJB ini dapat membangkitkan self awareness atau kesadaran diri tentang pentingnya karya jurnalistik yang memihak kepada warga.

“Diharapkan perayaan KJB ke depan ini dapat membangkitkan selft awareness tentang pentingnya karya jurnalistik yang memihak kepada warga (citizen), dan menjalankan prinsip pilar ke 4 demokrasi yang merupakan wujud support system atau dukungan terhadap para jurnalis, untuk terus menghasilkan berbagai karya jurnaistik yang berkualitas. Karena menurut saya, orang hidup akan menjadi lebih berarti jika kita bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain,” tutup Nikmah. (Had).

Bagikan Tautan

News Feed