by

dr. Umar Usman Sebut Datangnya Vaksin Picu Optimisme di Tengah Trend Pasien Meningkat

Wakil Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, dr. Umar Usman MM
Wakil Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, dr. Umar Usman MM. (Had).
MALANG NEWS – Meski kurva belum melandai, bahkan akhir-akhir ini menunjukkan trend meningkat, namun harapan solusi terkait pagebluk Corona ini selalu ada dan layak disambut antusias serta rasa optimisme tinggi.


“Walaupun trend pasien meningkat, namun Alhamdulillah vaksin sudah datang. Semoga ini memicu munculnya optimisme baru, kita jadi bersemangat jalani aktivitas hidup, dan imunitas semakin meningkat, otomatis menjadi benteng alamiah hadapi virus,” terang Wakil Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, dr. Umar Usman MM, pada Selasa (8/12/2020).

187 Pasien di Kota Batu

Ada beberapa wilayah yang angka jumlah pasien cukup tinggi dan memicu sikap trenyuh yang mendalam.

Kasus penularan Covid-19 di Kota Batu meningkat tajam. Dalam empat hari, persebaran virus di Kota Batu sudah menginfeksi 187 orang. Dari jumlah itu, pasien meninggal dunia 76 orang.

“Pergerakan jumlah kasus mengalami peningkatan sejak 3 Desember 2020.
Naiknya angka kasus Covid-19 di Kota Batu, didorong adanya transmisi lokal terjadi di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo,” papar pria yang juga menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ini.

Klaster Kampus

Klaster Perguruan tinggi, juga kondisinya memprihatinkan. Pandemi menyerang tidak hanya pada perguruan tinggi swasta, namun juga menyerbu perguruan tinggi negeri di Malang Raya.

Hingga Juli sampai pekan pertama Desember, tercatat sudah 75 staf dan dosen Unversitas Brawijaya (UB) Kota Malang terpapar Covid-19. 12 orang di antaranya bahkan meninggal dunia.

“Sebenarnya, selain klaster kampus, ada dua klaster baru yang mesti diwaspadai. Yakni klaster Pilkada dan klaster di daerah pengungsian akibat bencana alam. Semisal di kawasan sekitar terdampak bencana Semeru, dan banjir di Medan,” tutur pria alumni FK Universitas Airlangga ini.

RS Lapangan

Rumah Sakit (RS) Lapangan bakal segera beroperasi di Malang Raya, berlokasi di komplek Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Malang.

RS ini dinilai efektif menangani pasien Covid-19 yang terjadi lonjakan kasus, beberapa pekan terakhir dan diharapkan bisa beroperasi dalam waktu dekat untuk memback-up RS rujukan penanganan Covid-19 di Kota Malang.

“Sebagai gambaran, RS Lapangan di Surabaya, sampai saat ini nol persen kematian. Hal ini berarti layanan RS Lapangan dinilai cukup efektif penanganannya,” jelas pria yang juga Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

RS Lapangan mempunyai kapasitas 306 tempat tidur menangani pasien konfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang. bila muncul gejala klinis yang berat, pasien akan dipindah ke rumah sakit rujukan. Pasien yang dirawat di RS Lapangan tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.

5 Tanda Tak Terperhatikan

Banyak orang tidak menyadari dirinya terinfeksi virus corona Covid-19 sampai akhirnya sakit parah. Ada pula yang tidak tahu dirinya pernah terinfeksi Virus Corona dan sudah pulih dengan sendirinya.

Padahal banyak orang harus menjalani perawatan intensif dengan bantuan ventilator di rumah sakit karena terinfeksi Virus Corona, tetapi, tidak semua orang terinfeksi Virus Corona akan mengalami kondisi buruk.

“Ada lima tanda gejala infeksi yang selayaknya diwaspadai agar kondisi segera bisa diatasi sejak dini. Lima tanda itu meliputi : kelesuan, sakit tenggorokan, kehilangan indra penciuman dan perasa, sakit kepala, dan masalah gastroenteritis,” imbuh dr. Umar Usman.

Waspada Reinfeksi

Masyarakat di seluruh dunia selayaknya waspada adanya ancaman infeksi ulang atau reinfeksi Covid-19 yang bisa terjadi ketika respons antibodi berkurang.

Jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah, tetapi karena proteksi tidak seumur hidup, maka ada kemungkinan infeksi ulang bisa terjadi.

“Reinfeksi ini jelasnya berarti seseorang telah terinfeksi virus, sembuh, dan kemudian terinfeksi lagi. Himbauan ini berasal dari WHO, dan selayaknya kita juga ikut mengantisipasi,” urai dr. Umar Usman.

Vaksinasi Tunggu Juknis

Terkait vaksinasi, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang masih menunggu petunjuk teknis terkait dengan vaksinasi Covid-19 di Kota Malang.

Ada enam jenis vaksin dari beberapa perusahaan yang akan digunakan untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Dinas Kesehatan Kota Malang telah melakukan pendataan kepada 1.034 nakes di Kota Malang yang menjadi prioritas pemberian vaksin Covid-19.

Pelatihan juga sudah dilakukan melalui zoom meeting oleh Kementerian Kesehatan kepada nakes yang nanti ditunjuk untuk melakukan vaksinasi terdiri dari dokter dan bidan dari puskesmas masing-masing satu orang.

Selain itu juga terus dilakukan pendataan kepada fasilitas kesehatan yang bakal disiapkan sebagai tempat vaksinasi tersebut.

“Termasuk untuk rumah sakit rujukan Covid-19, hingga puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Malang. Pendistribusian vaksin Covid-19 di Kota Malang bakal dilakukan pada tahun 2021 mendatang,” pungkas dr. Umar Usman MM. (Had).

Bagikan Tautan

News Feed