by

Renovasi TKBM Baburrohmah, Gus Rochman Bersyukur

Caption : Beranalek Community berpartisipasi membangun TPQ Baburrohmah. (ist)
Beranalek Community, saat tengah berpartisipasi membangun TPQ Baburrohmah di Kedungkandang. (Had).
MALANG NEWS – Renovasi tempat kegiatan belajar mengajar (TKBM) Baburrohmah di Kedungkandang mulai berjalan, Ketua Yayasan Fatihurrohmah Gus Rochman merasa bersyukur.


“Saya bersyukur, karena hari ini telah dimulai pengerjaan perbaikan tempat kegiatan belajar mengajar (TKBM) TPQ Baburrohmah di Yayasan Fatihurrohmah. Semoga dilancarkan Allah SWT,” kata Abdul Rochman (Gus Rochman), Ketua Yayasan Fatihurrohmah, pada Minggu (15/11/2020).

Meski masih banyak kekurangan dalam berbagai hal, namun Gus Rochman bersyukur karena mendapatkan bantuan dari partisipan dengan segala bentuk bantuannya.

Butuh Donasi

Yayasan Fathihurrohmah berada di Jalan Mayjen Sungkono gang 6 (gang Kelinci), RT 02, RW 02 nomer 94, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sejumlah material bangunan sebagian sudah datang. “Untuk yang datang dari donatur kemarin sudah hampir habis hari ini, tinggal semen 1 sak dan beberapa ratus batu. Donasi material yang datang adalah dari hamba Allah, yang dibawa oleh Komunitas Baranalek,” tutur Gus Rochman.

Gus Rochman mengatakan, material yang dibutuhkan adalah semen 30 sak, bata ringan 10 kubik, pasir 3 pick up, besi cor, sepatu cor 6 pasang, keramik 25 meter per segi untuk tempat mengaji, dan keramik untuk kamar mandi serta tempat wudhu. Selain material juga butuh bantuan sound system.

Gus Rochman menuturkan, jumlah dana yang dibutuhkan diperkiraan untuk renovasi kelas per kelas dan kamar mandi sekitar Rp 50 juta.

Beranalek Community

Dalam pelaksanaan pengerjaan proyek ini, Gus Rochman merasa senang karena Beranalek Community dari Kota Malang turut berkontribusi.

“Alhamdulillah dan terima kasih, kami dibantu Beranalek Community dari Kota Malang. Salah satu dari anggota komunitas adalah arsitek,” papar Gus Rochman.

Gus Rochman menjelaskan, kegiatan mengaji tetap berjalan atau tidak ada libur kecuali sekolahannya, sebab menunggu perintah dari Diknas Kota Malang.

“Kami berharap proyek ini cepat terselesaikan. Kami ingin memberi rasa nyaman dan memudahkan anak-anak dalam proses belajar mengajar. Kami berharap, bisa mempunyai anak-anak didik yang berkualitas dan berakhlaqul karimah,” terang Gus Rochman.

Sembilan (9) Tahun Berdiri

Yayasan Fatihurrohmah ini sudah berdiri 9 tahun. Menyediakan TPQ Baburrohmah, Taman Baca Baburrohmah dan Sekolah Kejar Paket A,B,C Baburrohmah yang tujuannya untuk memberikan pengajaran, pendidikan keagamaan dan kemajuan yang bermanfaat bagi anak-anak di daerah setempat.

Hingga kini yayasan bertahan dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, sehingga terpaksa dengan menggunakan dana pribadi sendiri tanpa bantuan siapapun.

“Saya berharap, ada perhatian serius dari pemerintah Kota Malang membantu yayasan ini. Sehingga pada saat proses belajar mengajar mampu merangsang tumbuh kembang anak,” katanya.

Rochman menambahkan, bagaimana bisa membuat seorang anak mampu tumbuh kembang yang lebih baik apabila di sekitar tempat belajar kurang memadai. Dan ini yang menjadi perhatian serius pihaknya.

“Sekitar 41 anak yang ikut belajar di yayasan ini dan saya tidak memungut biaya sama sekali, semua gratis,” ucap Rochman.

Dia menguraikan, sebelumnya Yayasan Fatihurrohmah sudah sering meminta bantuan agar dapat memperbaiki sarana maupun prasarana pada yayasan itu, namun hingga kini tidak kunjung terealisasi.

Mencerdaskan Anak Bangsa

Rochman merasa bersyukur meski belum banyak bantuan mengucur, namun ada jurnalis yang ikut membantu donasi rutin bulanan. “Kalau bantuan dari instansi pemerintah masih belum ada. Alhamdulillah ada donatur rutin dari jurnalis. Lumayan jumlahnya yang penting iklhas, dan semoga berkah,” terang Gus Rochman.

Gus Rochman menuturkan, untuk saat ini yang urgen dan mendesak pihaknya membutuhkan satu unit komputer, dan perbaikan atap rumah tempat mengaji yang harus segera dibongkar. Satu unit komputer tersebut akan dipakai sebagai alat mengirim dan menerima data dari dinas terkait, yang sering menjalin urusan administrasi sehari-hari semisal Dinsos dan Diknas.

Rochman mengungkapkan, di tengah pandemi Covid–19 dengan kondisi terpuruknya sendi-sendi kehidupan dan perekonomian, dirinya berupaya ikhlas dan sukarela mendidik santri mengharap ridho Illahi.

Ia menuturkan, pihaknya ingin membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa, mengentaskan kebodohan, buta aksara, mencetak generasi berakhlaqul karimah serta meningkatkan mutu SDM dengan cara mengaji dan bersekolah.

“Semoga ada jalan keluar, agar semua kebutuhan kami terkait pendidikan ini tersolusikan. Semoga santri bisa Akhlakul Karimah dan mampu memajukan Indonesia,” pungkas Gus Rochman. (Had).

Bagikan Tautan

News Feed