
“Bibit ini agar dirawat sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” kata Ketua LazisNU Kecamatan Turen, Ir. H. Ende Anantholy, pada Kamis (23/10/20).
Sawo Berarti Luruskan Barisan
Seperti diketahui, dalam rangkaian peringatan HSN (Hari Santri Nasional) LazisNU Turen Kabupaten Malang, melakukan bhakti sosial membagikan bibit tanaman buah Sawo kepada kader penggerak NU Kecamatan Turen.
Sebanyak 700 bibit buah Sawo secara simbolis diserahkan kepada ketua ranting LazisNU Desa Talok.
Selanjutnya, bibit tersebut akan dibagikan kepada kader penggerak NU di seluruh Turen.
Ende Anantholy menuturkan, buah Sawo mempunyai makna filosofis yang mendalam.
“Diharapkan semua kader NU dan santri bisa mengejawantahkan makna atau filosofi pohon Sawo, yang berasal dari kata sauwwu (bahasa Arab) artinya luruskan barisan. Semoga bisa semakin kokoh dalam persatuan,” urai Ende.
Sejarah Diponegoro
Secara khusus, Buah Sawo di Indonesia mempunyai cerita yang menarik karena mempunyai sejarah dalam mozaik perjuangan bangsa Indonesia.
Salah satunya karena buah Sawo menjadi instrumen pemersatu dan menjadi kode telik sandi, yang dipergunakan oleh pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda.
“Belajar dari sejarah perjuangan pangeran Diponegoro, dimana ketika santri santri atau prajurit beliau melakukan perang gerilya melawan VOC, maka setiap rumah santrinya ditandai dengan tanaman pohon Sawo,” pungkas Ende. (Had).






