Ikuti Kami di Google News

Pjs. Bupati Malang, Drs. Sjaichul Ghulam, MM menerima kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., ke KEK Singhasari di Museum Singhasari Kecamatan Singosari
Pjs. Bupati Malang Drs. Sjaichul Ghulam, MM, saat sesi foto bersama Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D di Museum Singhasari. (Foto: Achmad Saifudin/malangNEWS).
MALANG NEWS – Pjs. Bupati Malang Drs. Sjaichul Ghulam, MM menerima kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., ke KEK Singhasari di Museum Singhasari Kecamatan Singosari, pada Sabtu (10/10/20) siang.


Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama Singosari (IGT) selaku pengelola SITC (Singhasari Intergrated Tourism Center) David Santoso, Rektor UMM, Perwakilan Rektor Polinema, serta Muspika Singosari.

Dalam sambutannya, Sjaichul menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D. sekaligus mengucapkan terimakasih, karena pada kesempatan ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan dalam melakukan kunjungan ke wilayah Kabupaten Malang, khususnya KEK Singhasari.

“Kita semua menyadari bahwa persaingan bisnis di era revolusi industri 4.0 akan semakin berat. Untuk itu, perlu adanya upaya untuk mencetak SDM di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang kompeten dan profesional, yang saat ini sangat dibutuhkan sektor industri,” kata Sjaichul sapaan akrabnya.

Menurutnya, guna untuk mendukung upaya tersebut perlu adanya link and match antara institusi pendidikan selaku pemasok tenaga kerja dengan sektor industri selaku penampung tenaga kerja.

“Kami pada dasarnya sangat menyambut baik langkah strategis dengan adanya kesepahaman dan kerjasama, antara KEK Singhasari dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, maupun dengan beberapa institusi pendidikan,” tukas dia.

Melalui kesepahaman dan kerjasama tersebut, diharapkan agar KEK Singhasari senantiasa siap untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan SDM, melengkapi generasi milenial Indonesia dengan emerging skills dan menjadi bagian dalam transformasi ekonomi, serta menciptakan iklim investasi yang positif, dengan mempermudah segala bentuk perizinan usaha di KEK Singhasari.

“Pemerintah Kabupaten Malang tentu akan sangat bangga jika keberadaan KEK Singhasari mampu mewujudkan berbagai rencana nyata untuk mendongkrak potensi SDM Kabupaten Malang yang sangat besar,” ucapnya.

Dirinya percaya, apabila potensi SDM tersebut dapat dikembangkan dengan maksimal, maka bukan tidak mungkin KEK Singhasari akan menjadi pemasok digital talent dan skilled talent terbesar di Indonesia.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden baru-baru ini tentang transformasi digital, maka kami juga berharap KEK Singhasari dapat menjadi center of excellence transformasi digital melalui aktivitas ekosistem digital yang terintegrasi. Sekaligus menjadi katalis dan pionir pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” harap dia.

Sementara itu, Wikan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak atas wejangan dan arahan yang luar biasa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Ini akan menjadi the next silicon valley Indonesia tapi kita jangan terjebak dalam makna silicon valley tetapi konsep ini diharapkan menjadi ekosistem yang melahirkan produk yang mendunia, melahirkan SDM yang akan menjadi pemimpin industri dunia. Link and super match itu kita maknai dengan, apa yang sudah kita link-an dan menghasilkan sesuatu yang match dengan kebutuhan di dunia industri dan dunia kerja. Saya ingin mencoba untuk mendalami bagaimana kita mengeksekusi itu menjadi kenyataan,” ungkapnya penuh semangat.

Ke depan, dengan melakukan training kepada 100 guru SMK untuk bidang cloud computing technology oleh amazon yang dikelola bersama antara kemendikbud Dirjen Vokasi dengan kawasan ekonomi khusus singosari, diharapkan bisa mengintervensi (dalam konteks positif) perubahan kurikulum, bisa menjadi syarat pertama dari link and match.

“Untuk itu jika sampai tingkat perguruan tinggi tidak di matchkan dengan pola pembelajarannya akan percuma karena KEK ini tidak akan di supplai oleh SDM yang kompeten dan sesuai,” paparnya.

Sehingga, lanjut Wikan, untuk menjemput masa depan, terlebih dahulu disiapkan tenaga pendidiknya menjadi pendidik yang memiliki visi masa depan, dan kemampuan untuk mengajar.

“Semoga tahun depan kita bisa menyiapkan guru-guru dan dosen, agar kompetensi pengajarannya dan kurikulum bisa terintervensi. Maka dari itu, kita tunggu gebrakannya dalam mendirikan prodi cloud computing technology (D4) yang bermitra dengan beberapa industri dan kampus luar negeri yang nantinya bakal menguatkan joint degree-nya,” ungkapnya.

Ia sebagai Dirjen Pendidikan Vokasi sangat mendorong seluruh unsur lembaga pendidikan sekaligus ribuan kepala SMK tentang leadership dan maindset-nya, dengan harapan di Jawa Timur nantinya akan ada yang mengikuti pelatihan, dengan mendatangkan engine dari balai besar PPMPV untuk bidang otomotif dan elektronika agar seluruh kepala SMK hebat tidak hanya dari bidang akademik, namun juga bisa menjadi networker, marketer, maupun production manager.

“Tidak ada negara maju tanpa vokasi dan industri, yang mampu bersinergi dengan bagus, semoga ini akan menjadi satu ekosistem yang lebih kuat dari sekedar silicon valley di Amerika yang akan menguatkan produk-produk, martabat, maupun SDM bangsa kita menjadi pemimpin dunia,” beber dia.

David Santoso pun berharap, agar perjanjian kerjasama hari ini akan menjadi suatu percontohan link and super match antara industri dengan pendidikan. Sebagaimana dilaporkannya bahwa KEK Singhasari ditetapkan oleh peraturan pemerintah no. 68 Tahun 2019.

“Kami adalah KEK ke-13 diantara 15 KEK yang ada di Indonesia, kebetulan kami bergerak di bidang pengembangan teknologi sehingga harus ada silicon valley di Indonesia, kami berharap KEK Singhasari mampu menjadi silicon valley nya Indonesia, apapun bentuknya, yang terpenting tidak hanya dari luarnya tetapi semangat dan spiritnya tentang ekosistem dan kolaborasi berinovasi yang harus betul-betul dimajukan, saya fikir Singosari menyimpan budaya besar,” imbuh David.

Didalam pengembangan itu, dijelaskannya bahwa salah satu cluster dibuat education district khusus untuk mendukung secara penuh, yang mana KEK berfungsi menghasilkan SDM Unggul yang bisa melayani industri hingga penyaluran ilmu.

“Kami bangga karena sudah menjalin kerjasama beberapa bulan yang lalu dengan polinema, yayasan pendidikan telkom Bandung, yang mana saat ini dilakukan kembali perjanjian kerjasama dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, yang menurutnya stakeholdernya sudah cukup bagus. Dengan pendidikan yang unggul diharapkan bisa menjadi senjata dan modal utama KEK mengembangkan teknologi dengan lancar sesuai arahan Presiden RI tentang transformasi digital,” tandas dia.

Guna mengimplementasikan link and super match, diakhir acara, telah dilakukan beberapa penandatanganan MoU diantaranya penandatanganan kesepakatan bersama antara Kemendikbud dengan KEK Singhasari, lalu Perjanjian kerjasama antara Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI dengan KEK Singhasari, serta Penandatanganan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang dengan KEK Singhasari.

Pewarta: Achmad Saifudin
Editor: Eko Sabdianto
Publisher: Edius

Share: