
Semisal dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Bertujuan mencetak dai-dai millenial, Tim Pengabdian dari Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya (UB) Malang bekerja sama dengan DINUN (Dai Intelektual Nusantara Network) menghelat “Pelatihan Public Speaking bagi Dai Muda Milenial,” kemarin, pada Minggu (16/8/2020).
Kegiatan ini diadakan sebuah Cafe di tengah indah dan damainya persawahan yang dikelola oleh BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), Desa Wisata Edukasi Sidorejo Indah, Jabung, Kabupaten Malang.
Para peserta calon dai muda yang terdiri dari santri yang juga siswa Aliyah dan mahasiswa dari beragam Universitas di Kota dan Kabupaten Malang ini, menikmati sensasi menyerap materi-materi pelatihan diiringi semilir angin dan gemericik air sungai sekitar sawah.
Cafenya pun bernama unik “Dewi Sri” yang merupakan singkatan dari Desa Wisata Sidorejo Indah.
Selain materi singkat di pembukaan soal Covid-19, materi menarik lainnya ialah tentang Strategi dan Teknik Dakwah di Dunia Digital, Strategi Marketing dalam Dakwah, Dasar-dasar Public Speaking serta acara permainan dan ice breaking yang melemaskan urat syaraf dan ketegangan.
Materi “Strategi Marketing Dakwah” dan “Dasar-dasar Public Speaking” disampaikan oleh M. Nasir dan M. Aliyul Murtadho dari DINUN.
Nasir mengulas, bahwa dakwah kekinian juga perlu memerhatikan cara marketing kekinian. “Menjangkau ceruk audiens yang spesifik seperti kaum muda millenial,” kata dia.
Sementara materi “Strategi dan Teknik Dakwah di Dunia Digital” disampaikan Yusli Effendi, dosen Hubungan Internasional FISIP UB.
Dosen yang juga aktif di Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat (PSP2M) UB ini menjelaskan, peta dakwah di dunia digital serta teknik pencarian ide dan penulisan materi dakwah untuk menyasar warganet belia.
Materi ia sampaikan secara ringan untuk membuka wawasan peserta. “Pada kesempatan ini kami membagikan pengalaman dan hambatan-hambatan produksi konten digital alumni program “Pelatihan Dai Muda Digital” yang diadakan dua kali oleh PSP2M UB tahun lalu,” ungkapnya.
Aprilia Nur Azizah, salah seorang peserta perempuan dari Wajak, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. “Ya karena sangat menginspiratif dan seolah menjadi titik balik untuk menata rencana-rencana hidupnya ke depan,” ujar dia.
Sementara Fahma Lailatus Sholihah, yang juga mahasiswi PTN di Malang, menyatakan bahwa acara ini menguatkan minatnya untuk memanfaatkan YouTube. “Karena ini juga sebagai saluran anak muda seperti kami, dalam mensyiarkan nilai-nilai Islam yang damai dan penuh rahmah,” tukas dia.
Anggota Tim Pengabdian FISIP, Adhi Cahya Fahadayna, menegaskan bahwa FISIP UB selain ingin berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat lewat literasi keagamaan dan media, juga ingin menguatkan ekonomi lokal di desa.
“Atas dasar itulah acara ini kemudian diadakan di Desa Sidorejo, Jabung, Kabupaten Malang, yang sedang membangun citra desanya sebagai desa wisata edukasi,” urainya.
Ditambahkan dia, bahwasanya dalam mengisi kemerdekaan RI, meski di tengah masa pandemi, bisa dirayakan dengan kesyukuran lewat berbagi dengan sesama anak bangsa.
“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, jalannya pelatihan ini, kami juga tetap memerhatikan protokol kesehatan standar seperti pemakaian masker, penjarakan fisik, juga cuci tangan,” tandas Yusli.
(Yus)






