Ikuti Kami di Google News

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK didampingi Kasat Narkoba Iptu Yussi Purwanto, S.H., M.H, saat menunjukkan barang bukti narkoba. (Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS).
MALANG NEWS – 18 orang baik penggedar, maupun pemakai dan pengguna narkoba berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Batu. Mereka yang diamankan berasal dari Kota Batu maupun Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.


Setidaknya, Polres Batu mengungkap sejumlah 11 kasus narkoba yang terhitung dari sepanjang bulan Juni, hingga Juli 2020. Dari 11 kasus tersebut, Satreskoba Polres Batu kini menetapkan mereka sebagai tersangka.

Hal itu diketahui, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Batu, Jalan AP III, Katjoeng Permadi, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK mengatakan, bahwasanya ke 18 orang para tersangka itu, terdiri dari 7 pengedar dan 11 lainnya sebagai pemakai atau pengguna.

“Dari 11 kasus ini, kami mengungkap 4 kasus dalam kurun waktu antara bulan Juni. Selanjutnya, ada 7 kasus lagi itu dalam bulan Juli. Diantaranya yakni peredaran narkoba jenis sabu-sabu, pil ineks, ganja, pil koplo dan pil happy five,” kata Harvi, sapaan akrabnya, Kamis (30/7/2020) siang di hadapan awak media.

Dari kasus narkoba yang berhasil dibongkar itu, jelas Harvi, Polres Batu berhasil menyita barang bukti (BB) narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 45,31 gram, pil koplo sejumlah 1000 butir, pil ineks sejumlah 58 butir, pil happy five sejumlah 58 butir, dan delanjutnya ganja dengan berat 2,76 gram.

“Jadi kalau kita asumsikan, nilai dari barang bukti narkoba tersebut secara keseluruhan sekitar Rp 142,7 juta. Dari hasil ungkap kasus narkoba ini, kami (Polres Batu) berhasil menyelamatkan 769 jiwa dari bahaya narkoba,” terang dia.

Mantan ajudan di era Kapolda Jawa Timur Drs. Machfud Arifin, S.H ini menambahkan, bahwa para pelaku yang terlibat peredaran maupun pemakai narkoba tersebut, dijerat dengan undang-undang tentang narkotika dan undang-undang kesehatan.

“Pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009, tentang narkotika jenis ganja dipidana paling singkat 4 (empat) tahun, dan paling lama 12 (dua belas) tahun. Selanjutnya, pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009, tentang kesehatan dipidana paling lama 10 (sepuluh) tahun. Dan yang terakhir, pasal 197 UU RI tahun 2009, tentang kesehatan dipidana paling lama 15 (lima belas) tahun,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Batu Iptu Yussi Purwanto, S.H., M.H, menambahkan, bahwa yang keenam TKP di SPBU Pendem, Junrejo.

“Dua tersangka IS, dan SR sebagai pemakai berhasil diringkus. Dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 0,9 gram. Dan yang ketujuh, pada 17 Juli 2020 TKP di Temas. Dari tersangka RK, barang bukti yang diamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,27 gram, dan narkoba jenis ganja kering dengan berat 0,76 gram. Tersangka sebagai pengguna,” imbuh dia.

Selanjutnya, masih kata Yussi, kedelapan pada 23 Juli TKP di Trotoar Indomaret atau lebih tepatnya di depan Museum Angkut, tiga tersangka lainnya berhasil diamankan berinisial WP, RAS, SBR, sebagai pengedar, dengan barang bukti 0,56 gram.

“Lalu, kesembilan pada 25 Juli 2020 TKP di Pujon, Kabupaten Malang, dengan tersangka RY, dan barang bukti yang berhasil disita narkoba jenis sabu-sabu deberat 0,46 gram. RY, sebagai pengguna. Dan kesepuluh pada 25 Juli 2020 TKP nya di Pujon, dengan tersangka HK, sebagai pemakai. Barang bukti yang berhasil diamankan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 0,28 gram. Terakhir pada 27 Juli TKP di Jalan Dewi Sartika Atas, Temas, Kota Batu dengan tersangka, LYP, dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak 0,27 gram, tersangksa sebagai pengguna,” tandasnya.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Andi Rachmanto
Publisher: Edius

Share: