
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Jajaran OPD terkait, dari Plt. Sekretaris Daerah, Kadisnaker, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta Muspika Kepanjen.
Kunjungan Bupati bersama Forkopimda ini, bermaksud untuk melihat sejauh mana pabrik rokok GB menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan di masa transisi new normal.
“Karena covid masih mengincar khalayak umum dan tidak pandang umur, maka kita harus berhati-hati. Untuk itu semua karyawan pabrik harus diberikan edukasi,
bagaimana menjaga diri jangan sampai terkena virus berbahaya itu baik didalam pabrik maupun diluar pabrik ketika tidak bekerja,” kata Abah Sanusi sapaan akrabnya.
Sanusi menambahkan, jika ada indikasi terkena Covid-19, maka harus segera diperiksakan lalu karantina, tracking rapid test dan dilakukan swab.
“Kita juga sudah mempunyai alat PCR sendiri, supaya tidak terlambat dalam mendeteksi pasien Covid-19, dengan begitu bisa tertangani secara cepat,” imbuh dia.
Menurutnya, di masa transisi ini harus tetap menggunakan masker, selalu mencuci tangan.
“Ya, tujuannya agar tidak mudah menyalurkan virus melalui hidung, mulut, dan mata,” jelasnya.
Sanusi juga menghimbau, khususnya kepada pimpinan perusahaan dan lebih dari 3.000 karyawannya, jika memang ada yang terindikasi segera melakukan isolasi dan pengobatan lebih lanjut ke RSUD Kanjuruhan atau Wava Hudada Kepanjen.
“Saya harap perusahaan ini terus berlanjut, karena merupakan tulang punggung ekonomi khususnya bagi masyarakat Kabupaten Malang,” terang dia.
Namun, masih kata Sanusi, asal jangan jadi kluster karena kalau sudah kluster nanti bakal ditutup selama 14 hari kemudian ditracking.
“Lalu bagi yang reaktif segera melakukan prosedur isolasi, agar tidak menjalar ke lainnya, dan yang non reaktif silahkan melanjutkan pekerjaan,” pungkasnya.
Pewarta: Achmad Saifudin
Editor: Eko Sabdianto
Publisher: Edius






