Ikuti Kami di Google News

Aksi demontrasi digelar Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk Papua. Mereka menuntut pembebasan tujuh tahanan politik yang tengah menjalani persidangan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Aksi demontrasi Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk Papua, yang menuntut pembebasan tujuh tahanan politik. (Foto: Andi Rachmanto/malangNEWS).
MALANG NEWS – Protokol Kesehatan Covid-19 diterapkan Polres Malang Kota saat tengah mengamankan aksi demontrasi mahasiswa Papua di simpang empat, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang.


Dalam aksi itu mahasiswa memblokade Jalan Semeru, sekaligus menutup akses Jalan Kahuripan di depannya.

Personel polisi yang diterjunkan mengenakan alat pelindung diri berupa masker, face shield dan sarung tangan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Polwan berjilbab putih lengkap dengan masker, face shield dan sarung tangan memberikan kesejukan di tengah aksi demontrasi yang cukup menyengat karena terik matahari.

Bukan saja Polwan, personel kepolisian berada di barikade belakang juga melengkapi dengan masker, face shield serta sarung tangan. Para pendemo juga terlihat mengenakan masker.

Aksi demontrasi digelar Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk Papua. Mereka menuntut pembebasan tujuh tahanan politik yang tengah menjalani persidangan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selama aksi, belasan peserta demo memblokade Jalan Semeru. Sekaligus akses Jalan Kahuripan yang berada tetap di ujung depan ikut tertutup.

Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, bahwa aksi mahasiswa di Jalan Semeru terkait West Papua tak berizin. Pihaknya juga mengaku, tak pernah mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) demontrasi atau kegiatan yang dilakukan mahasiswa Papua tersebut.

“Sebenarnya kegiatan ini tidak mengantongi izin, jadi kami tidak mengeluarkan STTP dari West Papua yang melaksanakan kegiatan aksi pada hari ini,” kata Leonardus kepada wartawan usai memimpin pengamanan aksi, Senin (15/6/2020) siang.

Meski begitu, Polres Malang Kota memiliki kewajiban untuk menjaga ketertiban wilayah Kota Malang. Sehingga demontrasi dapat berjalan dengan damai.

“Kami terus mengawal dan menjaga, agar aksi ini tetap berjalan dengan damai, dan mereka bisa menerima himbauan untuk melakukan aksinya dengan menerapkan physical distancing. Kami juga membagikan masker, hand sanitizer, sekaligus menghimbau agar tidak saling berdekatan selama aksi,” terang Leonardus.

Dalam pengamanan aksi demontrasi mahasiswa Papua itu, tetap mengedepankan langkah-langkah preventif. Perlindungan terhadap personel yang diterjunkan mengamankan jalannya demontrasi juga diprioritaskan.

“Seperti mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan. Setelah itu dilakukan penyemprotan cairan desinfektan, karena sudah terlalu lama diluar mengamankan aksi demo,” ungkap Leonardus.

Upaya pencegahan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan menjadi hal penting. Seperti menjaga ketertiban wilayah Kota Malang.

“Kita ingin menjaga ketertiban di Kota Malang itu menjadi hal lebih penting. Kita sudah sampaikan kepada korlap dan mereka bisa menerima. Dan membubarkan diri, setelah deadline waktu yang diberikan habis,” pungkas Leonardus.

Pewarta: Andi Rachmanto
Editor: Eko Sabdianto
Publisher: Edius

Share: