
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu di dampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran.
Selain itu, ia juga di dampingi Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si beserta Wawali Batu, Kejari, Kepala OPD Pemkot Batu, Komandan Korem (Danrem) 083/, Bdj Kol. Inf. Zainuddin bersama Dandim 0818 Kabupaten-Batu Letkol Inf. Ferry Muzawwad beserta Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK.
Kedatangan Gubernur Jawa Timur itu untuk meninjau Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Sebab, desa tersebut telah ditetapkan sebagai Kampung Tangguh dari wabah Covid-19.
Menurut Khofifah, Pangdam dan Kapolda ingin kembali memastikan keberadaan kampung tangguh di Malang Raya, termasuk juga di Kota Batu.
“Kami ingin memastikan format kampung tangguh yang ada di Kota Batu. Jadi seluruh proses yang terkait dengan penghentian penyebaran Covid-19 sesuai harapan kita semua,” kata Khofifah, sapaan akrabnya saat diwawancarai awak media.
Seluruh hal yang terkait dengan upaya menghentikan akan penyebaran Covid-19 harus benar-benar sesuai SOP. Itu mengingat, karena semuanya akan sangat banyak tergantung kepada partisipasi aktif dan peran serta dari masyarakat.
“Saya melihat dari pelaksanaan PSBB di Malang Raya, yang dalam pelaksanaan PSBB ini cukup melandai. Tentu kami berharap, bahwa dengan partisipasi masyarakat yang kuat seperti yang di kampung Pendem kali ini, dimana kita berada ini akan menjadi bagian dari kekuatan sosial capital yang dimiliki oleh masyarakat Kota Batu,” ungkapnya.
Khofifah berharap, kebersamaan dan solidaritas dari seluruh masyarakat yang berbasis RT dan RW seperti ini. Dia meyakini akan efektif dalam mencegah penularan atau penyebaran Covid-19.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada gugus tugas Covid-19 yang di kampung Pendem. Terutama adalah warga masyarakat yang luar biasa mengawal seluruh warganya supaya semua terlindungi dan tidak ada yang kemudian tertular, karena masing-masing saling menjaga,” ujar dia.
Apalagi lanjut dia, format administratif siapa yang keluar kampung, dan siapa yang masuk kampung, menurutnya tercatat secara rapi.
“Kita melihat ada makanan atau sayur siapa boleh menaruh seikhlasnya dan siapa boleh mengambil seperlunya. Selain itu ada lumbung pangan di sana. Artinya ada tempat dimana mungkin akan jadi transit sementara bagi mereka yang kemungkinan terkonversi dari Rapid Test dan semua disiapkan,” sebutnya.
Maka dari itu, Khofifah kembali menyampaikan rasa terima kasihnya. Sebab, lanjut dia, role model yang diterapkan bisa direplikasi dimana saja.
“Solidaritas sosial, atau social capital akan menjadi kekuatan yang besar bagi kita untuk bersama-sama membangun komitmen, untuk menghentikan penyebaran Covid-19 di Batu atau Malang Raya, Jawa Timur di Indonesia,” tukas dia.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini berjanji, akan segera melakukan musyawarah. Khususnya bersama dengan Wali Kota Batu, Wali Kota Malang dan Bupati Malang.
“Ada kurva epidemiologi yang sebetulnya Malang Raya ini, setelah PSBB 1 bisa melakukan persiapan transisi new normal life. Itu bisa melakukan persiapan terhadap transisi tata kehidupan baru. Kira-kira begitu,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Walikota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si juga berjanji kampung tangguh di Kota Batu akan dijadikan satu konsep agar semua SOP nya sama.
“Ya, seperti di Kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, itu semua ada kampung tangguh. Dengan konsep mereka sendiri, ini mau dijadikan satu konsep sehingga semua itu sama SOP nya. Ada thermo gun, ada administrasi dan sebagainya,” katanya.
Selanjutnya, masih kata Dewanti, satu akhirnya sebuah kampung ini ketika ada hal seperti ini, dan menurutnya bisa mandiri.
“Jadi mereka, tetangga dengan tetangga saling memberi perhatian. Ada tetangga lebih bisa perhatian pada tetangga yang butuh. Nah, hal-hal seperti itu yang kita ciptakan gotong royong antar tetangga,” papar dia.
Untuk itu, lanjut Dewanti, bakal segera dirapatkan, dan Kota Batu punya konsep, karena Kota Malang punya konsep,dan Kabupaten Malang menurutnya juga punya konsep.
“Nanti sama Ibu Khofifah Gubernur Jawa Timur kita diskusikan, lalu kemudian jadi sebuah 1 konsep kebersamaan di Malang Raya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK, mengaku berterimakasih, karena sudah mendampingi Gubernur, dan Kapolda Jatim, bersama Pangdam V Brawijaya.
“Bersama-sama ke Kota Batu untuk meninjau pelaksanaan kampung tangguh yang ada di Kota Batu. Ini merupakan pilot project yang ada di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo,” kata Harvi sapaan akrabnya.
Selain itu, lanjut Harvi di Kota Batu sebenarnya sudah disiapkan empat kampung tangguh sebagai role model awal di Kota Batu.
“Diantaranya di Desa Pendem, Giripurno, Kelurahan Temas dan Kelurahan Songgokerto. Tetapi karena memang keterbatasan waktunya, Ibu Gubernur hanya bisa mengunjungi yang ada di Dusun Pendem. Kampung tangguh ini kita harapkan, nanti akan jadi garda terdepan yang akan menjadi masyarakat itu mampu membentengi dirinya sendiri,” ujar dia.
Dengan adanya esistensi dari Pemkot Batu, Maka menurut Harvi, Polres, Kodim, dan masyarakat nantinya bisa menjaga wilayahnya sendiri agar terbebas dari Covid-19.
“Bisa melakukan upaya-upaya apabila seandainya ada kondisi terburuk, seperti mereka siap dengan tim relawan yang mengevakuasi pasien Covid-19. Kemudian mereka juga akan siap dengan tim relawannya sendiri melakukan pemulasaran jenazah,” tegasnya.
Hal itu di ungkapkan Harvi, itusetelah melihat lumbung pangan yang ada di Dusun Pendem. Dan dari situlah ia meyakini sangat potensial.
“Karena merupakan penghasil beras sendiri yang ada di Kota Batu yang wilayahnya menghasilkan beras. Kemudian juga beraneka ragam tanaman pangan. Termasuk juga ada pembudidayaan ikan lele secara mandiri dan juga kelompok taninya, serta ternak kambing yang berhasil,” puji Harvi.
Mantan ajudan Kapolda Jawa Timur di era Drs. Machfud Arifin, S.H ini berharap, agar kampung tangguh nantinya bisa sebagai penyokong.
“Mudah-mudahan selain sebagai kampung tangguh, nantinya Dusun Pendem ini bisa menjadi satelit atau penyokong bagi kampung tangguh lainnya di Kota Batu,” pungkasnya.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Andi Rachmanto
Publisher: Edius






